Case Study: Hewania

Studi kasus SEO Hewania

Websitehewania.com
NicheKlinik Hewan & Pet Care
LokasiJakarta, Indonesia
Data diambilFebruari 2026
ToolsAhrefs, Google Search Console

Hewania adalah platform klinik hewan 24 jam berbasis Jakarta yang menyediakan layanan lengkap: konsultasi dokter hewan, pet hotel, grooming, hingga pet shop online. Mereka punya konten yang cukup banyak dan sudah terindeks Google — tapi traffic organiknya belum mencerminkan potensi sebenarnya.

Analisis ini saya lakukan berdasarkan data Ahrefs (Februari 2026) dan laporan audit SEO dari program 45 Day SEO VA Bootcamp Batch 1 di indriariadna.com, di mana Hewania adalah salah satu partner brand internship.

Temuan utama: Hewania memiliki 3.508 keyword yang sudah terindeks Google, tapi hanya 1.293 yang menghasilkan traffic. Sisanya — lebih dari 2.200 keyword — muncul di halaman 4 ke bawah dan praktis tidak terlihat oleh siapapun.
01 — Kondisi SEO Hewania Saat Ini

Sebelum bicara solusi, penting untuk punya gambaran jelas tentang kondisi yang sebenarnya. Berikut snapshot dari data yang ada:

Traffic Organik/Bulan
5.779
Naik tipis dari 5.424 bulan sebelumnya — tapi jauh dari potensinya
Keyword Terindeks
3.508
Hanya 37% yang menghasilkan traffic
Core Web Vitals
FAILED
100% URL perlu perbaikan — LCP mobile sangat jauh dari standar Google
Keyword Posisi 1–3
~12
Mayoritas keyword ada di halaman 4–10, belum menghasilkan traffic

Yang menarik: Hewania sebenarnya sudah ada di Google untuk ribuan topik relevan. Masalahnya bukan kurangnya konten — tapi otoritas domain yang belum cukup kuat untuk mendorong halaman-halaman itu naik ke posisi yang menghasilkan klik.

02 — Analisis Keyword: Potensi yang Belum Tergarap

Ini yang paling menarik dari data Hewania. Ada dua kelompok keyword yang perlu mendapat perhatian berbeda:

Keyword bervolume tinggi — tapi posisi terlalu dalam

Keyword-keyword ini dicari ratusan ribu kali per bulan di Indonesia, dan Hewania sudah punya halaman yang relevan. Tapi karena posisinya ada di halaman 4–10, traffic yang masuk = 0.

Keyword Volume/Bln Posisi Saat Ini Traffic Status
dokter hewan 74.000 Halaman 7 0 Belum tergarap
kucing himalaya 35.000 Halaman 6+ 0 Belum tergarap
kucing anggora 33.250 Halaman 5 0 Belum tergarap
kucing munchkin 20.000 Halaman 4+ 0 Belum tergarap
golden retriever 18.000 Halaman 10 0 Belum tergarap
jenis kucing 13.000 Halaman 6+ 0 Belum tergarap

Quick wins — sudah hampir di halaman 1

Keyword-keyword ini posisinya sudah di halaman 1–2 tapi belum di 3 besar. Dengan sedikit dorongan, ini bisa naik signifikan dan langsung terasa di traffic.

Keyword Volume/Bln Posisi Saat Ini Traffic Saat Ini Potensi
ciri ciri kucing hamil 6.500 16 (hal. 2) 71 Naik ke hal. 1
mata kucing belekan 1.200 11 (hal. 2) 35 Naik ke hal. 1
combantrin untuk kucing 1.100 8 (hal. 1) 74 Sudah bagus, pertahankan
channa pulchra 2.900 12 (hal. 2) 15 Naik ke hal. 1
antibiotik untuk kucing 1.000 15 (hal. 2) 10 Naik ke hal. 1
03 — Posisi Hewania vs Kompetitor

Ini bagian yang paling informatif — dan sekaligus paling memotivasi. Kompetitor terdekat Hewania bukan raksasa dengan resource besar. Mereka adalah website dengan Domain Rating (DR) rendah yang berhasil unggul karena konsistensi strategi off-page.

purina.co.id DR 43 · 1.491 common keywords
109.679 traffic/bulan
petpintar.com DR 9 · 1.067 common keywords
27.357 traffic/bulan
pawlyclinic.co.id DR 17 · 802 common keywords
19.275 traffic/bulan
faunafella.com DR 7 · 723 common keywords
8.744 traffic/bulan
hewania.com · 3.508 keyword terindeks
5.779 traffic/bulan — ini yang perlu naik
pet-care.id DR 9 · 622 common keywords
1.241 traffic/bulan
Insight penting: faunafella.com punya DR hanya 7 — lebih rendah dari Hewania — tapi traffic-nya sudah 8.744/bulan atau 1,5x lebih tinggi. petpintar.com dengan DR 9 sudah 27.000+ traffic/bulan. Artinya: gap ini bukan soal ukuran atau budget, tapi soal konsistensi strategi off-page.
04 — Kenapa Traffic Hewania Belum Optimal?

Berdasarkan analisis menyeluruh, ada tiga akar masalah utama yang saling berkaitan:

1. Otoritas domain belum cukup kuat (off-page)
Ini adalah faktor terbesar. Google menilai seberapa kredibel sebuah website berdasarkan siapa yang “merekomendasikan” mereka di internet — dalam bentuk backlink dari website lain. Hewania belum punya cukup backlink berkualitas dari website yang relevan dengan niche pet care Indonesia.

2. Core Web Vitals bermasalah di seluruh website
100% URL Hewania masih dalam status “needs improvement” di Google Search Console. LCP (Largest Contentful Paint) mobile Hewania sangat jauh dari standar ideal Google yaitu di bawah 2,5 detik. Ini langsung mempengaruhi ranking, terutama di mobile — di mana mayoritas pengguna Indonesia browsing.

3. On-page belum optimal untuk keyword prioritas
Beberapa halaman sudah punya konten yang relevan, tapi title tag dan meta description-nya belum dioptimasi. Ini berakibat pada CTR rendah — halaman muncul di Google tapi tidak diklik karena judulnya tidak menarik atau tidak relevan dengan apa yang dicari pengguna.

05 — Rekomendasi Strategis

Berdasarkan temuan di atas, berikut rekomendasi yang saya susun berdasarkan prioritas dan dampak potensialnya:

1
⚡ Prioritas 1 — Quick Impact
Optimalkan On-Page untuk Halaman yang Sudah Hampir di Halaman 1
Daripada membuat konten baru, mulai dengan halaman yang sudah hampir di posisi bagus. Keyword seperti “ciri ciri kucing hamil” (posisi 16, volume 6.500) dan “mata kucing belekan” (posisi 11, volume 1.200) hanya butuh sedikit dorongan untuk masuk halaman 1.

Yang perlu dilakukan: rewrite title tag agar lebih menarik dan sesuai search intent, buat meta description yang mendorong klik, tambahkan internal link dari halaman lain yang relevan, dan pastikan H1 mengandung keyword target.
→ Dampak: peningkatan CTR dan traffic dalam 4–8 minggu tanpa perlu backlink baru
2
⚡ Prioritas 1 — Fondasi Off-Page
Bangun Backlink dari Website Pet Care & Lifestyle Indonesia
Ini adalah strategi utama untuk jangka menengah-panjang. Hewania perlu aktif membangun referring domain dari website yang relevan — media lifestyle/parenting yang punya rubrik pet, blog komunitas pecinta hewan, direktori klinik hewan, dan portal kesehatan hewan Indonesia.

Target realistis untuk pasar Indonesia: 6–10 referring domain baru per bulan (DA/DR 15+). Bukan soal jumlah, tapi kualitas dan relevansi. Satu backlink dari media pet Indonesia yang kredibel lebih bernilai dari 20 backlink dari direktori umum.
→ Dampak: peningkatan DR dan ranking keyword kompetitif dalam 3–6 bulan konsisten
3
🔶 Prioritas 2 — Local SEO
Kuatkan Sinyal Local SEO untuk “Klinik Hewan Jakarta”
Keyword “klinik hewan Jakarta” (saat ini halaman 6) dan “dokter hewan” (halaman 7) adalah keyword dengan commercial intent tinggi — orang yang mencari ini siap membawa hewan peliharaannya ke klinik.

Untuk keyword lokal seperti ini, Google juga mempertimbangkan sinyal off-page lokal: konsistensi NAP (Name, Address, Phone) di semua direktori, listing di Google Business Profile yang teroptimasi, dan review dari pelanggan nyata. Audit dan perbaiki semua listing Hewania yang tidak konsisten.
→ Dampak: muncul di local pack Google dan meningkatkan booking dari pelanggan lokal
4
🔶 Prioritas 2 — Konten Strategis
Buat Konten untuk Keyword Bervolume Tinggi yang Belum Digarap
Keyword seperti “kucing himalaya” (35.000/bulan), “kucing anggora” (33.000/bulan), dan “golden retriever” (18.000/bulan) belum ada halaman yang benar-benar dioptimasi untuk mereka di Hewania. Ini kesempatan besar.

Buat artikel komprehensif yang menjawab semua pertanyaan seputar ras/jenis hewan tersebut — termasuk tips kesehatan, nutrisi, dan kapan harus ke dokter hewan. Ini juga jadi anchor yang natural untuk mendapat backlink dari website pet lain.
→ Dampak: traffic baru dari keyword high-volume dalam 2–4 bulan setelah konten live
5
✅ Prioritas 3 — Technical SEO
Perbaiki Core Web Vitals — Terutama LCP Mobile
Ini memerlukan bantuan developer, tapi efeknya signifikan. Dengan 100% URL dalam status “needs improvement”, Hewania kehilangan competitive advantage di mata Google — terutama sejak Google menjadikan CWV sebagai ranking signal.

Mulai dari optimasi gambar (format WebP, lazy loading), minify CSS/JS, dan cek apakah ada plugin atau script yang memperlambat loading. Targetkan LCP di bawah 2,5 detik dan CLS di bawah 0,1.
→ Dampak: ranking lebih stabil dan pengalaman user yang lebih baik (bounce rate turun)
06 — Roadmap 3 Bulan

Kalau semua rekomendasi di atas dieksekusi secara berurutan, ini timeline realistisnya:

Periode Fokus Utama Target Terukur
Bulan 1 On-page optimization halaman prioritas + citation audit + setup keyword tracking CTR naik di halaman yang dioptimasi, 6+ referring domain baru
Bulan 2 Outreach campaign aktif + konten baru untuk keyword high-volume + GBP optimization 10+ referring domain baru total, 2–3 keyword masuk halaman 1
Bulan 3 Evaluasi hasil, ekspansi outreach, technical SEO audit handover ke developer Traffic organik naik 20–35% dari baseline Februari 2026
Catatan penting: SEO adalah strategi jangka panjang. Angka-angka di atas adalah estimasi berdasarkan kondisi saat ini dan asumsi eksekusi yang konsisten. Hasil aktual bisa lebih cepat atau lebih lambat tergantung kompetisi keyword, kecepatan indexing Google, dan seberapa cepat teknikal SEO diperbaiki.
07 — Kesimpulan

Hewania punya aset yang bagus — konten yang banyak, brand yang sudah dikenal di niche pet care Jakarta, dan basis keyword yang luas. Yang kurang adalah otoritas domain dan konsistensi eksekusi off-page.

Kompetitor seperti faunafella.com (DR 7) dan petpintar.com (DR 9) yang traffic-nya sudah jauh lebih tinggi membuktikan bahwa ini bukan soal resource besar. Dengan strategi backlink yang tepat dan konsisten selama 3–6 bulan, gap ini sangat bisa dikejar.

Case study ini juga jadi salah satu bukti nyata dari program 45 Day SEO VA Bootcamp — di mana alumni melakukan analisis SEO mendalam untuk brand partner riil, bukan latihan fiktif. Kalau kamu ingin belajar cara melakukan audit seperti ini dan menjadikannya layanan yang bisa dijual ke klien, kamu bisa cek program yang tersedia di sini.

Mau website kamu dianalisis seperti ini?

Saya menerima klien off-page SEO secara terbatas. Kalau kamu tertarik untuk diskusi kondisi SEO website kamu dan apa yang bisa dilakukan, hubungi saya langsung.

💬 Hubungi via WhatsApp
Disclosure: Data dalam case study ini bersumber dari Ahrefs (Februari 2026) dan laporan audit program internship indriariadna.com. Case study ini dibuat untuk tujuan edukasi dan portofolio, bukan atas permintaan atau keterlibatan langsung dari Hewania. Angka traffic dan posisi keyword dapat berubah seiring waktu.