Panduan Lengkap & Cara Menjual Off Page SEO sebagai Layanan Freelance
Kalau kamu seorang VA (Virtual Assistant) atau freelancer yang sedang mencari niche dengan permintaan tinggi — Off Page SEO adalah salah satu jawaban terbaik yang sering dilewatkan.
Klien dari seluruh dunia terus mencari spesialis yang bisa membantu website mereka naik peringkat di Google. Dan bagian yang menarik? Sebagian besar pekerjaan Off Page SEO bisa dilakukan 100% remote, tanpa harus punya latar belakang teknis yang rumit.
Saya sudah bekerja sebagai Off Page SEO Specialist dan di artikel ini saya akan berbagi dua hal sekaligus: apa itu Off Page SEO secara menyeluruh, dan yang lebih penting, bagaimana kamu bisa menjadikannya sebagai sumber penghasilan freelancer.
Apa Itu Off Page SEO?

Off Page SEO adalah semua upaya optimisasi mesin pencari yang dilakukan di luar website klien. Tujuannya satu: meningkatkan reputasi dan otoritas website di mata Google sehingga bisa mendapatkan peringkat atau ranking lebih tinggi.
Kalau On Page SEO bicara soal apa yang ada di dalam website (konten, meta tag, struktur halaman), maka Off Page SEO bicara soal bagaimana dunia luar memandang website tersebut.
Sederhananya: Google tidak hanya membaca isi website kamu. Google juga melihat siapa yang menyebut dan merekomendasikan website kamu di internet.
Analogi yang Mudah Dipahami
Bayangkan kamu membuka warung makan baru. Supaya warung kamu ramai, kamu perlu dua hal:
- Warung yang rapi, bersih dan enak (= On Page SEO)
- Banyak orang yang merekomendasikan warungmu ke orang lain (= Off Page SEO)
Sekeras apapun kamu mendekorasi warung, kalau tidak ada yang merekomendasikannya, orang tidak akan tahu keberadaannya.
Mengapa Off Page SEO Sangat Dibutuhkan Klien?
Sebelum membahas cara menjual jasa Off Page SEO, penting untuk memahami mengapa klien butuh layanan ini.
Persaingan di Google semakin ketat. Hampir setiap niche bisnis kini dipenuhi konten berkualitas. On page SEO yang bagus saja tidak cukup — website perlu “suara” dari luar untuk meyakinkan Google bahwa mereka layak ada di halaman pertama.
Di sinilah Off Page SEO masuk. Strategi seperti link building, brand mentions, dan digital PR membantu website membangun otoritas domain (DA) yang menjadi salah satu faktor penentu ranking terpenting di 2025–2026.
Fakta yang perlu kamu tahu saat pitching ke klien: backlink tetap menjadi sinyal ranking nomor satu di algoritma Google hingga saat ini.
Teknik-Teknik Off Page SEO yang Wajib Dikuasai Freelancer
Ini adalah skill set inti yang perlu kamu bangun. Kamu tidak perlu menguasai semuanya di awal — pilih 2–3 teknik untuk dijadikan spesialisasi, lalu kembangkan secara bertahap.
1. Link Building (Backlink)
Ini adalah jantung dari Off Page SEO. Backlink adalah tautan dari website lain yang mengarah ke website klienmu. Semakin banyak backlink berkualitas yang dimiliki sebuah website, semakin tinggi otoritasnya di mata Google.
Tidak semua backlink sama nilainya. Sebagai freelancer, fokusmu adalah mendapatkan:
- Backlink dari website dengan Domain Authority (DA) tinggi
- Backlink dari website yang relevan dengan niche klien
- Dofollow links yang secara langsung “mentransfer” nilai atau value SEO
Teknik link building yang populer:
- Guest posting (menulis artikel di website lain)
- Broken link building (mencari link broken 404 dan menawarkan konten penggantinya)
- Niche edits (memasukkan link ke artikel yang sudah ada)
- Link insertion di direktori berkualitas
- Resource page link building
Baca juga: Red Flags Link Building yang Harus Dihindari
2. Guest Posting
Guest posting adalah salah satu layanan Off Page SEO yang paling banyak dicari klien dan paling mudah dijual sebagai paket. Cara kerjanya: kamu menulis artikel berkualitas untuk website lain (biasanya yang DA-nya tinggi), lalu artikel tersebut menyertakan backlink ke website klienmu.
Skill yang dibutuhkan: kemampuan menulis, outreach email, dan memilah website yang genuine vs spam.
3. Brand Mentions & Digital PR
Brand mentions adalah setiap kali nama atau merek klien disebut di internet — baik dengan link maupun tanpa link (unlinked mentions). Google semakin mempertimbangkan sinyal ini sebagai bagian dari E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).
Digital PR melangkah lebih jauh: kamu membantu klien mendapatkan liputan di media online, podcast, atau platform berotoritas tinggi di niche mereka.
4. Local SEO Off Page
Untuk klien yang mempunyai bisnis lokal, off page SEO punya dimensi tambahan: membangun citasi lokal — konsistensi nama, alamat, dan nomor telepon (NAP) di berbagai direktori online — dan mendorong ulasan positif di Google Business Profile.
Ini adalah layanan yang sangat dicari oleh bisnis lokal seperti restoran, klinik, salon, dan properti.
5. Social Signals & Content Amplification
Meskipun bukan faktor ranking langsung, aktivitas di media sosial membantu memperluas jangkauan konten klien, yang pada akhirnya meningkatkan peluang mendapatkan backlink organik.
Baca juga: Strategi Membangun Backlink Berkualitas
Tools Off Page SEO yang Harus Kamu Kuasai
Untuk menjual layanan Off Page SEO secara profesional, kamu perlu familiar dengan tools berikut:
- Ahrefs atau SEMrush — untuk analisis backlink, riset kompetitor, dan memonitor link profile klien
- Moz Link Explorer — alternatif gratis untuk cek DA dan backlink
- Google Search Console — wajib untuk melihat performa link di mata Google
- Hunter.io atau Snov.io — untuk menemukan email contact saat outreach
- BuzzSumo — untuk riset konten yang layak dapat backlink
- Pitchbox atau Respona — untuk outreach email dalam skala besar
Kabar baiknya: kamu tidak perlu beli semua sekaligus. Mulai dengan versi trial atau akun gratis, lalu upgrade seiring berkembangnya bisnis freelance-mu.
Baca juga: Review Lengkap Tools Off Page SEO
Cara Menjual Off Page SEO sebagai Layanan Freelance
Nah, ini bagian yang paling jarang dibahas di artikel off page SEO lain — dan ini adalah bagian terpenting kalau kamu ingin menghasilkan dari skill ini.

Paket Layanan yang Bisa Kamu Tawarkan
Jangan menjual “Off Page SEO” secara generik. Klien lebih mudah membeli ketika tawaranmu spesifik dan jelas hasilnya. Berikut contoh paket yang bisa kamu susun:
Paket Starter (untuk klien baru atau budget terbatas)
- Audit backlink profile dasar
- 5 guest post di website DA 20–30
- Laporan bulanan
Paket Growth
- Audit mendalam + analisis kompetitor
- 10 guest post di website DA 30–50
- Unlinked brand mention monitoring
- Laporan mingguan
Paket Authority
- Strategi link building kustom
- Digital PR outreach
- 15+ backlink berkualitas per bulan
- Monthly strategy call
Di Mana Menjual Layanan Off Page SEO?
Sebagai freelancer Indonesia, kamu punya beberapa pilihan platform:
Upwork — Platform global dengan klien dari AS, Eropa, dan Australia yang budget-nya lebih besar. Cocok kalau kamu sudah punya portofolio dan bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Fiverr — Mulai dengan gig spesifik seperti “I will build 10 high DA backlinks for your website.” Cocok untuk membangun reputasi awal.
Projects.co.id — Platform freelance lokal kalau kamu lebih nyaman dengan klien Indonesia.
LinkedIn — Banyak bisnis owner dan marketing manager yang aktif di sini dan mencari vendor SEO.
Direct Outreach — Hubungi langsung bisnis di niche tertentu yang website-nya kamu lihat butuh bantuan off page SEO.
Tips Menulis Proposal Off Page SEO yang Menarik
Proposal yang menang bukan yang paling panjang, tapi yang paling relevan. Beberapa hal yang wajib ada:
- Tunjukkan kamu sudah “stalking” website mereka — sebutkan 1–2 masalah spesifik yang kamu temukan di link profile mereka
- Kasih gambaran hasil yang realistis — hindari janji “guaranteed page 1 in 30 days”
- Sertakan portofolio atau studi kasus — meski sederhana, ini membangun kepercayaan
- Jelaskan prosesmu — klien mau tahu bagaimana kamu bekerja, bukan hanya hasilnya
Bagaimana Membangun Portofolio Off Page SEO dari Nol?
“Tapi saya belum punya klien, jadi belum punya portofolio” — ini dilema klasik freelancer pemula.
Solusinya:
Mulai dari website sendiri. Website atau blog pribadimu adalah laboratorium terbaik. Praktikkan teknik Off Page SEO di sana, dokumentasikan hasilnya, dan jadikan itu sebagai studi kasus.
Kerjakan proyek pro bono selektif. Cari 1–2 bisnis kecil di sekitarmu dan tawarkan layanan gratis selama 2–3 bulan, dengan kompensasi testimonial dan izin menggunakan hasilnya sebagai portofolio.
Dokumentasikan prosesmu di blog. Artikel seperti “Saya Coba Membangun 20 Backlink dalam 30 Hari — Ini Hasilnya” sangat efektif membangun kredibilitas sekaligus menarik klien potensial.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Off Page SEO
Apakah Off Page SEO masih relevan di era AI? Ya, bahkan semakin penting. AI seperti ChatGPT dan Perplexity juga mengutip sumber-sumber yang memiliki otoritas tinggi di internet. Off Page SEO bukan hanya soal Google lagi — ini soal dikenal di seluruh ekosistem digital.
Berapa lama hasilnya terlihat? Off Page SEO adalah investasi jangka panjang. Umumnya, hasilnya mulai terlihat dalam 3–6 bulan. Ini penting dikomunikasikan ke klien sejak awal untuk mengelola ekspektasi.
Apakah saya perlu kuliah digital marketing untuk bisa Off Page SEO? Tidak. Off Page SEO bisa dipelajari secara mandiri. Yang dibutuhkan adalah kemauan belajar, konsistensi praktik, dan pemahaman dasar tentang cara kerja Google. Banyak specialist berpengalaman yang belajar secara otodidak, seperti saya hehe.
Apa perbedaan Off Page SEO dan black hat SEO? Black hat SEO adalah praktik yang melanggar pedoman Google — seperti membeli backlink massal dari website spam, menggunakan PBN (Private Blog Network) yang manipulatif, atau skema pertukaran link buatan. Off page SEO yang baik adalah yang organik, relevan, dan berkelanjutan.
Penutup: Off Page SEO Bukan Hanya Teknik, Ini Karier
Off Page SEO adalah salah satu layanan digital yang permintaannya tidak pernah turun — selama Google masih menggunakan backlink sebagai sinyal ranking, selama itu pula spesialis Off Page SEO akan dibutuhkan.
Yang membuat Off Page SEO ideal sebagai layanan freelance adalah hasilnya terukur, prosesnya bisa didelegasikan, dan kliennya terus berulang karena SEO membutuhkan upaya jangka panjang.
Kalau kamu VA atau freelancer yang ingin masuk ke niche ini, mulailah dari satu teknik, praktikkan di website sendiri, dan dokumentasikan hasilnya. Portofolio terbaik adalah yang kamu buat sendiri.
Ada pertanyaan tentang memulai karier sebagai Off Page SEO specialist? Tulis di kolom komentar — saya senang menjawabnya.
Btw, akan segera dibuka Bootcamp 45 Day SEO VA Intensif Batch 2- silakan berkirim email atau WA untuk mendapatkan informasi lebih detail.
Ditulis oleh Indri Ariadna — Off Page SEO Specialist dan blogger di indriariadna.com. Membantu VA dan freelancer Indonesia membangun karier digital yang menghasilkan.
