Penting, Analisa Job Posting UpworkSebelum Submit Proposal
Terakhir diperbarui: 2026
Butuh waktu sekitar 3 bulan sebelum saya mendapat job pertama di Upwork. Setelah saya analisa, pantes aja lama. Lamaran atau proposal yang saya kirimkan tidak menarik buat klien, dan saya tidak bisa melihat harga yang ditawarkan freelancer lain. Persis seperti bayi belajar merangkak — tabrak sana tabrak sini, hasilnya benjol doang. 😅
Saya cuma propose dan melamar job, lalu menunggu dalam kepasrahan. Setelah sabar menunggu, akhirnya dapat 1 job, kemudian 1 job lagi dengan nominal yang masih kecil — fixed job $5.00 per milestone.
Setiap kali mendapat connect gratis setiap bulan, langsung saya pakai untuk melamar job. Tapi hasilnya? Sedikit yang dapat, banyak yang terbuang percuma. Akhirnya saya memantapkan diri membayar iuran bulanan sebagai premium member Upwork (Freelancer Plus), yang saat ini harganya $20 per bulan.
Salah satu keuntungan terbesar jadi premium member: saya bisa melihat harga rata-rata yang ditawarkan freelancer lain pada sebuah job. Jadi saya bisa menawarkan rate yang kompetitif — tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah — untuk menarik perhatian klien. Setelah 3 tahun, saya sudah tidak terlalu peduli dengan harga rata-rata ini. Yang penting rate yang saya tawarkan masuk akal, sesuai dengan skill dan job yang dicari klien.
Saya juga semakin selektif melamar job. Apalagi setelah connect tidak lagi gratis. Dulu saya melamar sembarangan, sekarang saya pakai banyak filter dan analisa dulu sebelum memutuskan kirim proposal atau tidak.
Ingat: sekarang tidak ada lagi connect gratis. Setiap proposal yang kamu kirim menggunakan connect yang harus kamu beli. Jadi, jangan buang-buang connect untuk job yang tidak worth it.
Saran saya, jangan hanya baca job posting dan langsung kirim proposal. Lakukan analisa dulu, baru kemudian putuskan apakah memang worth it untuk mengirim proposal atau tidak.
Cara Analisa Job Posting Upwork Sebelum Submit Proposal
1. Cara Mencari Job (Find Work)
Ada dua cara utama untuk mencari job di Upwork yang saya rekomendasikan:
Pertama, gunakan “My Job Categories.” Masuk ke homepage akun Upwork kamu dan cari berdasarkan job categories yang sudah kamu set di profil. Dengan cara ini, semua job posting akan tampil sesuai dengan main service offer kamu. Sewaktu-waktu kategori ini bisa kamu ubah sesuai arah niche yang ingin kamu kejar.
Kedua, gunakan “Advanced Search.” Fitur ini memungkinkan kamu menyortir job posting dengan filter yang lebih spesifik — mulai dari kategori, budget, durasi kontrak, hingga level pengalaman yang dicari klien. Semakin spesifik filter yang kamu pakai, semakin relevan job yang tampil.
2. Analisa Job Posting Sebelum Kirim Proposal
Inilah bagian yang paling sering dilewatkan freelancer pemula. Sebelum membuat dan mengirim cover letter atau proposal, ada beberapa hal yang wajib kamu analisa. Pastikan kamu sudah cek semua poin berikut:
Kesesuaian skill dan level kemampuan
Apakah job posting tersebut masuk ke entry level, intermediate level, atau expert level? Sah-sah saja mengirim proposal untuk job intermediate level meski posisi kamu masih entry level — asalkan kamu yakin bisa mengerjakannya dan bisa membuktikannya di cover letter. Yang perlu diingat, level job biasanya berbanding lurus dengan budget yang ditawarkan klien. Jangan sampai kamu ambil job expert tapi tidak siap dengan ekspektasi kualitas dan kecepatan kerjanya.
Verifikasi payment klien
Selalu cek apakah klien sudah memverifikasi metode pembayarannya. Klien yang payment method-nya belum terverifikasi adalah red flag. Jangan kirim proposal ke klien yang belum payment verified — risiko tidak dibayar jauh lebih tinggi. Ini salah satu filter pertama yang wajib saya cek.
Jumlah pelamar dan harga rata-rata
Cek sudah ada berapa freelancer yang melamar job ini, berapa harga rata-rata yang di-propose, dan apakah klien mencari freelancer dengan rate paling rendah. Kalau job sudah menerima 50+ proposal, peluang kamu untuk dilirik klien sangat kecil. Saya pribadi menghindari job yang pelamarnya sudah lebih dari 20-25 orang.
Fixed rate atau hourly rate
Pahami jenis kontrak yang ditawarkan. Kalau kamu belum familiar dengan perbedaannya, baca dulu artikel fixed rate vs hourly rate di Upwork sebelum submit proposal. Jenis kontrak akan mempengaruhi cara kamu menentukan harga dan cara kamu bekerja nantinya.
Hire rate klien (prosentase hire job)
Hire rate menunjukkan seberapa sering klien benar-benar meng-hire freelancer dari job yang mereka posting. Klien dengan hire rate rendah (di bawah 30-40%) biasanya hanya iseng posting atau terlalu sulit memuaskan. Saya biasanya mencari job dengan hire rate minimal 50% agar connect yang saya keluarkan tidak terbuang percuma.
Kualifikasi yang ditetapkan klien
Beberapa klien memasang kualifikasi khusus untuk freelancer yang bisa melamar, misalnya: Rising Talent badge, level bahasa Inggris tertentu, lokasi negara tertentu, minimal jam kerja di Upwork, atau apakah hanya menerima individual freelancer (bukan agency). Pastikan kamu memenuhi semua kualifikasi ini sebelum kirim proposal — kalau tidak memenuhi syarat, proposalmu tidak akan dilihat.
Pertanyaan tambahan (Questionnaire/Screening Questions)
Banyak klien menambahkan pertanyaan tambahan di bagian bawah job posting. Pastikan kamu membaca dan mampu menjawab semua pertanyaan ini dengan baik sebelum submit. Screening questions adalah kesempatan emas untuk membedakan dirimu dari ratusan freelancer lain — jawab dengan spesifik, jangan copy-paste jawaban generik.
Apakah sudah masuk fase interview?
Ini salah satu filter terpenting yang sering diabaikan. Saya selalu memilih job yang belum masuk fase interview. Begitu sudah ada freelancer yang di-interview oleh klien, harapan proposal kamu untuk dilirik hampir 0%. Percuma buang connect. Prioritaskan job yang statusnya masih terbuka dan belum ada yang diinterview.
Review dan reputasi klien
Cek review yang diberikan freelancer lain kepada klien ini. Klien dengan banyak review positif jauh lebih aman untuk diajak kerja sama. Sebaliknya, klien dengan review buruk atau tidak ada review sama sekali butuh lebih banyak pertimbangan. Ingat, kita bukan hanya mencari job — kita juga memilih klien yang layak untuk diajak bekerja sama jangka panjang.
Time zone klien
Jangan remehkan faktor ini. Sering, saya sudah cocok dengan job-nya, tapi begitu cek time zone klien — beda 10-12 jam — saya urungkan niat. Tidak semua freelancer kuat begadang setiap malam untuk menyesuaikan jam kerja klien dari Amerika atau Eropa. Kalau kamu tidak masalah dengan time zone yang jauh, bagus. Tapi kalau itu jadi kendala, pertimbangkan dengan matang sebelum submit proposal.
Total spent klien
Semakin besar total spent klien di Upwork, semakin bisa dipercaya. Klien dengan total spent yang tinggi (misalnya di atas $1.000 atau bahkan $10.000+) artinya mereka sudah sering hire freelancer, tahu cara kerja sistem Upwork, dan kemungkinan besar serius dalam berbisnis. Klien baru dengan total spent $0 bukan berarti buruk, tapi butuh verifikasi lebih lanjut lewat indikator lain seperti payment verified dan detail job posting yang jelas.
Durasi kontrak (project length)
Pertimbangkan apakah kamu lebih suka project jangka pendek (kurang dari 1 bulan) atau project jangka panjang (lebih dari 3-6 bulan). Keduanya punya kelebihan masing-masing. Project jangka pendek bagus untuk menambah portofolio dan feedback cepat. Project jangka panjang lebih stabil dari sisi pendapatan dan hubungan dengan klien. Sesuaikan dengan kondisi dan target kamu saat ini.
3. Kirim Proposal atau Tidak?
Setelah semua analisa di atas selesai, baru deh putuskan: mau kirim proposal atau tidak? Worth it atau enggak?
Karena sekarang setiap kali submit proposal harus pakai connect — dan connect tidak gratis — pikirkan dulu baik-baik. Jangan impulsif kirim proposal hanya karena job-nya terlihat menarik di pandangan pertama. Analisa dulu, baru bertindak.
Kalau memang memutuskan mau mengirim proposal, buat outline terlebih dulu. Jangan asal kirim proposal yang generik dan tidak menarik. Bayangkan kamu sebagai penjual yang sedang menawarkan sesuatu — portfolio, resume, work sample sudah ada. Yang perlu kamu kuasai adalah bagaimana cara menyampaikan narasi penjualan dengan teknik yang tepat. Karena kesempatan kamu untuk “punch” hanya satu kali. KO atau tidak.
Mau tahu cara menulis proposal yang benar-benar convert? Baca panduan lengkapnya di artikel 11 Tips Crafting Proposal Upwork yang Menghasilkan Kontrak.
Status Proposal: Aktif vs Terarsip
Dari semua proposal yang kamu kirim, Upwork mengelompokkannya menjadi dua: yang masih aktif dan yang sudah tidak aktif (archived).
Proposal aktif berarti klien belum memilih freelancer untuk job yang dia buka. Kamu masih punya kesempatan mendapatkan job tersebut. Pantau terus dan kalau memungkinkan, follow up dengan pesan singkat ke klien.
Proposal terarsip (archived) bisa berarti tiga hal: klien sudah memilih freelancer lain (kita kalah bersaing), job sudah kadaluwarsa atau expired sehingga proposal otomatis diarsipkan oleh sistem, atau — yang terbaik — kita yang terpilih dan di-hire oleh klien.
Kalau proposal sudah terarsip dan kamu tidak mendapat kabar apapun, jangan terlalu berharap. Move on dan cari job berikutnya. Lebih baik gunakan energi dan connect untuk job baru yang lebih promising.
Kesimpulan: Analisa Dulu, Kirim Proposal Kemudian
Saran saya, jangan malas untuk melakukan analisa sebelum submit proposal. Ini untuk kepentingan kamu sendiri. Kalau mau dapat duit dollar, usaha dan effort yang dikeluarkan harus lebih besar daripada sekadar kerja dapat rupiah — karena 1 dollar nilainya jauh lebih besar.
Sebagai gambaran, pendapatan saya dari bulan Agustus hingga Oktober 2017 — di awal-awal bergabung di Upwork — sudah cukup membuktikan bahwa sistem analisa ini bekerja. Masih sedikit memang, tapi lebih dari cukup sebagai bukti bahwa strategi yang tepat menghasilkan hasil yang nyata.
Ingin belajar strategi lengkap mendapatkan job dan klien di Upwork dari nol sampai dapat kontrak pertama? Cek program 30 Day Upwork + English Bootcamp — saya akan memandu kamu step by step, termasuk cara membuat proposal yang convert dan memilih job yang worth it.
Baca juga artikel terkait:

Bener mba Panjang tulisannya, but power article
thank ya mba, sangat bermanfaat
senang kalau bisa bermanfaat 🙂
Halo mba thanks for sharing. Saya baru join upwork 3 hari yg lalu dan msh pemula bgt nih. Masih banyak hal yg belum saya ketahui. Saya ada beberapa pertanyaan:
1. Perbedaan submitted proposal dan active proposal itu apa yaa?
2. Saya ada 1 active proposal dan si klien juga sudah message saya. Dia mengirimi link pekerjaan via Dropbox. Tapi yg saya bingung blm ada Invitation to interview di halaman proposal saya dan ketika buka contract juga masih kosong. Artinya apa ya mba?
Upwork ini sama seperti sribulancer ya, mba? Cara kerjanya sama kah?
pada dasarnya sama mbak, pakai rekber juga, propose proposal juga. Bedanya kalau di Upwork ada kontrak yang hitungannya per jam.