Tidak Ada yang Memberitahumu Tentang 5 Hal Ini Saat Kamu Memutuskan Menjadi Freelancer
Pernah nggak, ada seseorang yang benar-benar memberitahumu — nasihat, kritik, atau masukan apapun — saat kamu memutuskan jadi freelancer?
Sebelum jadi freelancer di Upwork, sekitar 10 tahun lalu saya pernah bekerja sebagai marketing dan sales freelance di perusahaan mebel. Saat itu, pertanyaan yang paling sering muncul dari orang tua dan suami saya adalah soal sistem pembayaran — karena tidak ada gaji pokok, murni komisi. Nyatanya saya bertahan hampir 10 tahun di sana.
Begitu pindah jadi freelancer di Upwork, pertanyaannya berubah total: bukan lagi soal sistem bayaran, tapi “gimana caranya dapat klien pertama?”
Tapi ternyata, jadi freelancer dan bos atas diri sendiri itu ada enaknya, dan ada banyak juga yang nggak enaknya. Ini 5 hal yang nggak ada yang kasih tahu sebelumnya.
1. Pekerjaan yang Tidak Bisa Selesai dalam Sehari
Ini benar — job yang saya terima, baik hourly rate maupun fixed rate, nggak ada yang bisa selesai dalam satu hari. Belum lagi pekerjaan rumah tangga yang juga harus diselesaikan bersamaan.
Seringkali saat mood sedang jelek atau stuck, saya jadi tidak produktif seharian. Dan itu artinya pekerjaan makin menumpuk di hari berikutnya.
2. Sulit Saat Harus Pasang Harga
Waktu kerja di perusahaan mebel, saya tidak pernah pusing menghitung harga jual — itu bukan tugas saya. Tapi begitu kerja di Upwork, saya bingung menentukan harga service yang wajar: tidak terlalu mahal, tidak terlalu murah.
Dua cara yang saya pakai sebelum pasang harga:
- Riset profil dengan skill serupa. Di Upwork ada puluhan ribu freelancer — intip profil dengan skill yang sama dengan yang kamu tawarkan. Bandingkan rate terendah dan tertinggi, lalu tempatkan diri kamu berdasarkan skill, pengalaman, dan portofolio yang kamu punya.
- Hitung kebutuhan bulanan kamu. Total kebutuhan bulanan dibagi jam kerja yang realistis kamu punya per bulan — itu jadi acuan rate minimal yang harus kamu charge.
Kalau kamu mau menghitung dengan lebih presisi (bukan cuma kira-kira), coba pakai VA Rate Calculator — atau baca lebih dalam soal cara kerja hourly rate di Hourly Rate Artinya Apa? Cara Menentukan Rate di Upwork.
3. Semua Tidak Bisa Dikerjakan Sendiri
Ada kalanya klien minta paket lengkap — misalnya outreach sekaligus penulisan artikel bahasa Inggris, padahal itu bukan skill saya. Solusinya: cari sub-kontraktor, misalnya lewat Projects.co.id atau platform serupa. Anggapan “semua bisa dikerjakan sendiri” itu nggak realistis begitu skala kerjaan mulai membesar.
4. Teman dan Keluarga Mungkin Menganggapmu Tidak Bekerja
Mindset banyak orang di Indonesia: kerja itu ya ngantor, berangkat jam 8 pulang jam 5, gajian tiap akhir bulan. Duduk di depan komputer di rumah sering dianggap “nggak kerja beneran” oleh orang sekitar.
Agak sulit meyakinkan mereka — tapi pada akhirnya, hasil kerja kamu sendiri yang akan bicara.
5. Kesepian
Kerja di rumah artinya tidak ada teman untuk curhat soal pekerjaan atau sekadar ngobrol santai di sela kerja. Ini berhubungan dengan poin pertama — nggak ada tekanan sosial dari rekan kerja yang membuat kita otomatis ikut fokus.
Sisi positifnya: banyak orang justru lebih produktif kerja sendirian, tanpa distraksi obrolan kantor.
Sudah siap hadapi realita-realita di atas, tapi masih bingung mulai dari mana? Kalau kamu belum yakin skill apa yang mau dijual sebagai freelancer, mulai dari fondasi yang jelas lewat VA Starter Bundle — daripada belajar sambil jalan dan kaget di tengah proses seperti pengalaman saya di atas.
Kesimpulan
Jadi freelancer bukan cuma soal kebebasan waktu dan kerja dari rumah — ada realita yang jarang dibahas: pekerjaan yang nggak pernah selesai dalam sehari, kesulitan pasang harga di awal, keterbatasan mengerjakan semua sendiri, stigma dari lingkungan sekitar, dan kesepian. Semua ini bisa dilalui, tapi lebih baik tahu dari awal daripada kaget di tengah jalan.
Bagaimana menurutmu?
Halo mba,Saya senang baca artikel soal pengalaman yang mba buat. Mungkin saya kelamaan nyasar kesini ya haha.Bicara soal upwork, fiveer dan beragam aplikasi untuk menjadi freelancer atau side job, saya pribadi sudah registrasi di kedua tempat tersebut. Namun saya masih mempunyai kendala. Terutama di upwork dan fiveer.Di upwork keahlian yang saya tulis selalu di reject dari pihak upwork dengan alasan sudah terlalu banyak freelancer dengan skill demikian. Lha saya bingung jadinya haha.Di fiveer, gigs saya yang ditolak haha.Gimana ya mba biar mulus di kedua tempat tersebut? Mbanya mungkin bisa cerita cerita hehe
hanya keahlian tanpa referensi atau portfolio pekerjaan yang pernah kita buat/kerja sama artinya kita oot alias omong2 tok. coba di edit profile-nya, di tambah portfolio yang berhubungan dengan keahlian yang kamu bisa.