12 Pertanyaan Tentang Upwork
Halo freelancers!
Artikel ini saya buat khusus sebagai FAQ — kumpulan pertanyaan tentang Upwork yang paling sering masuk ke DM, email, maupun grup Upworker Indonesia di Facebook.
Daripada saya jawab satu-satu dan pertanyaan yang sama terus berulang, mendingan saya tulis di sini supaya semua orang yang membutuhkan bisa ikut membaca. Kalau pertanyaanmu belum terjawab di sini, tulis di kolom komentar — siapa tahu bisa jadi tambahan FAQ berikutnya.
Langsung saja, ini 12 pertanyaan tentang Upwork yang paling sering ditanyakan.
1. Bagusnya submit proposal per hari berapa kali?
Tidak ada aturan baku dari Upwork soal berapa proposal yang boleh dikirim per hari. Secara teknis, kamu bisa kirim sebanyak-banyaknya — selama connectnya cukup dan kuat beli. Tapi apakah itu strategi yang tepat? Menurut saya, tidak.
Perlu diingat, sejak pertengahan 2019 Upwork sudah tidak memberikan connect gratis lagi untuk siapapun — baik free member maupun Freelancer Plus. Semua freelancer harus membeli connect untuk bisa submit proposal dengan harga $0,15 per connect, dan rata-rata 1 proposal membutuhkan 6 connects. Artinya setiap proposal yang kamu kirim menghabiskan sekitar $0,90. Kalau asal kirim 40 proposal tanpa analisa, kamu sudah membakar hampir $36 tanpa jaminan dapat job satupun.
Saya pribadi ogah bakar-bakar dollar terlalu banyak. Prinsip emak-emak irit: dengan modal minimal, dapatkan hasil maksimal.
Upwork sendiri percaya bahwa dengan 10 proposal yang tepat sasaran per bulan, seorang freelancer sudah bisa mendapat minimal 1 job. Bahkan banyak freelancer berpengalaman yang sudah jarang submit proposal sama sekali karena job datang lewat invitation dari klien.
Intinya: kualitas jauh lebih penting dari kuantitas. Sebelum kirim proposal, analisa dulu job posting-nya — cek hire rate klien, jumlah pelamar, apakah sudah masuk fase interview, dan apakah job-nya memang sesuai skill kamu. Baru kirim kalau worth it.
2. Proposal sudah diterima klien, selanjutnya apa?
Pertanyaan ini agak rancu, jadi saya coba luruskan dulu. Setiap proposal yang kita kirim memang sudah masuk ke inbox klien — tinggal kliennya mau buka dan baca atau tidak. Bisa jadi juga langsung diarsipkan tanpa dibaca. Who knows?
Ada beberapa tahapan yang perlu dipahami:
Tahap 1 — Proposal terkirim. Proposal sudah ada di inbox klien. Tidak ada tanggapan adalah hal yang wajar — move on ke proposal berikutnya.
Tahap 2 — Invitation to interview. Klien tertarik dan mengundang kamu interview. Di tahap ini peluang sudah lebih besar, tapi belum pasti. Bahkan setelah interview pun, klien bisa memilih freelancer lain atau tidak meng-hire siapapun.
Tahap 3 — Offer/kontrak masuk. Klien mengirimkan penawaran kontrak resmi. Ini artinya kamu selangkah lagi menang! Baca baik-baik syarat dan ketentuannya — rate, durasi, scope pekerjaan. Kalau setuju, klik accept. Kalau ada yang perlu dinegosiasi, diskusikan dulu sebelum accept.
Tahap 4 — Mulai kerja. Setelah kontrak aktif, baru kerjakan project-nya. Jangan mulai kerja sebelum kontrak aktif di dashboard Upwork, apapun alasannya.

3. Kalau offer dari klien waktunya tidak cocok, bisa ditolak?
Bisa. Kamu berhak menolak offer dari klien kalau memang tidak sesuai — baik dari sisi waktu, rate, maupun scope pekerjaan. Saat klien mengirimkan offer/kontrak, kamu punya pilihan untuk decline.
Kalau masalahnya hanya soal waktu mulai atau deadline, lebih baik diskusikan dulu dengan klien sebelum langsung decline — siapa tahu bisa dinegosiasi dan hasilnya win-win.
Yang perlu diingat: menolak offer tidak akan merusak profil atau JSS (Job Success Score) kamu karena kontrak belum aktif. Berbeda kalau kamu menghentikan kontrak di tengah jalan — itu yang bisa berdampak negatif ke profil.
Kalau memang tidak yakin bisa menyelesaikan job tepat waktu atau sesuai ekspektasi klien, lebih baik decline dari awal daripada terima tapi hasilnya mengecewakan. Review buruk dari klien dampaknya jauh lebih besar daripada satu job yang terlewat.
Satu hal yang juga penting: perbaiki cara komunikasi kita ya. Menggunakan bahasa Indonesia sendiri saja kalau kurang jelas bisa membuat orang lain bingung mengartikan — apalagi saat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan klien internasional.
4. Bisa lihat contoh proposal yang sudah kakak buat?
Proposal yang saya buat dan gunakan secara pribadi tidak saya bagikan secara bebas — karena di dalamnya ada data klien dan kontrak yang bersifat confidential.
Tapi ada yang lebih berguna dari sekadar melihat contoh proposal orang lain: pahami struktur dan prinsip di balik proposal yang convert. Saya sudah menuliskan panduan lengkapnya di artikel Tips Sukses Proposal Upwork dan Upwork Proposal Writing Hacks.
Membaca proposal orang lain tanpa memahami konteksnya justru berbahaya — kamu bisa terjebak copy-paste yang tidak relevan dengan job yang kamu lamar. Klien bisa langsung tahu kalau proposalmu tidak ditulis dengan sungguh-sungguh.
5. Saat verifikasi identitas via video call, apa yang ditanyakan?
Tidak perlu overthinking soal ini. Verifikasi identitas Upwork bukan ujian bahasa Inggris atau wawancara kerja — tujuannya hanya memastikan bahwa akun yang terdaftar memang benar milik orang yang bersangkutan.
Berdasarkan pengalaman saya dan cerita dari beberapa teman freelancer, pertanyaan yang biasa muncul antara lain:
- Nama lengkap sesuai KTP
- Alamat tempat tinggal
- Kontrak atau klien yang sedang aktif saat ini
- Bidang pekerjaan atau skill utama yang kamu tawarkan
Semua pertanyaan cukup dijawab singkat dan jelas — satu kalimat sudah cukup. Pastikan koneksi internet stabil, pencahayaan bagus, dan wajah terlihat jelas di kamera. Santai saja, ini bukan sidang.
6. Proposal sudah archived tapi klien bilang akan dikabari — masih ada harapan?
Kalau proposal sudah berstatus archived, berarti job tersebut sudah expired — sudah lewat batas waktu ditampilkan di feed Upwork. Ada tiga kemungkinan:
- Job sudah expired — masa tayangnya habis dan otomatis diarsipkan oleh sistem, bukan oleh klien.
- Klien sudah memilih freelancer lain — kamu kalah bersaing kali ini.
- Klien belum memutuskan hire siapapun — tapi ini biasanya tidak diikuti offer dalam waktu dekat.
Kalau klien bilang “nanti dikabari” tapi proposal sudah archived dan tidak ada offer masuk, kemungkinan besar itu hanya pemanis buatan supaya kamu tidak terlalu kecewa. Move on, dan alihkan energi ke job berikutnya yang lebih promising.
7. Sudah submit 40+ proposal tapi tidak ada yang interview, kenapa?
40 proposal tanpa satu pun interview adalah sinyal yang perlu dievaluasi serius — bukan soal kuantitasnya, tapi ada yang perlu diperbaiki dari strategi dan kualitas proposal yang dikirim.
Berapapun banyaknya proposal yang disubmit, tidak ada jaminan sebanyak itu pula interview yang akan diterima. Makanya saya sering bilang: jangan semua job dikasih proposal. Pilih yang paling sesuai skill, hire rate-nya tinggi, klien sudah payment verified, dan belum masuk fase interview. Bonus kalau yang memasukkan proposal masih sedikit.
Ada tiga hal yang perlu dicek:
Profil kamu. Sebelum klien membaca proposal, mereka biasanya mengklik profil dulu. Kalau profil tidak menarik — foto tidak profesional, overview lemah, tidak ada portfolio — proposal sebaik apapun tidak akan dibaca.
Job yang dipilih. Apakah kamu melamar job yang hire rate-nya tinggi? Apakah klien sudah payment verified? Apakah job belum masuk fase interview saat kamu kirim?
Isi proposal. Proposal yang generik tidak pernah berhasil. Yang convert adalah proposal yang langsung menjawab kebutuhan klien, menunjukkan pemahaman terhadap project, dan menyertakan portofolio yang relevan.
Baca panduan lengkapnya di artikel Cara Analisa Job Posting Upwork Sebelum Submit Proposal.
8. Bolehkah menyertakan URL LinkedIn di akhir proposal?
Boleh secara teknis, tapi menurut saya kurang efektif. Justifikasinya sederhana: lalu gunanya apa Upwork kasih tempat untuk menulis profile overview dan menyimpan portfolio? Semua yang klien perlu tahu sudah bisa ditampilkan di dalam platform Upwork sendiri.
Kalau ingin berbagi sample kerja tambahan, lampirkan dalam bentuk PDF langsung di proposal — ini lebih profesional dan lebih mudah dibaca klien tanpa harus keluar dari halaman Upwork.
Ada juga risiko kecil yang perlu dipertimbangkan: Upwork tidak menyukai freelancer yang mengarahkan klien keluar dari platform di awal komunikasi, karena ini bisa dianggap sebagai upaya bertransaksi di luar sistem mereka.
Simpan LinkedIn untuk membangun personal brand di luar Upwork — bukan sebagai pengganti portfolio di dalam proposal.
9. Harus mahir bahasa Inggris dulu untuk bisa dapat job di Upwork?
Tidak harus mahir dulu, tapi bahasa Inggris yang baik jelas membuka lebih banyak peluang — dan ini perlu diakui secara jujur.
Untuk job entry level yang komunikasinya minimal, bahasa Inggris conversational biasanya sudah cukup. Tapi untuk job yang lebih kompleks, rate yang lebih tinggi, dan klien yang lebih baik, kemampuan bahasa Inggris yang kuat adalah investasi jangka panjang yang sangat worth it.
Konsekuensinya pun jelas: kalau bahasa Inggris pas-pasan, saingan semakin banyak — dari freelancer lokal Indonesia sendiri maupun dari tetangga Asia. Dipastikan, level bahasa Inggris kita masih kalah jauh dengan freelancer dari Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Beberapa cara praktis untuk meningkatkan bahasa Inggris sambil jalan:
- Baca artikel dan blog berbahasa Inggris setiap hari
- Dengarkan berita berbahasa Inggris seperti BBC atau NPR
- Gunakan Grammarly untuk mengecek tulisan sebelum kirim proposal
- Ikut grup diskusi berbahasa Inggris untuk freelancer
- Berlatih menulis proposal setiap hari meski belum dikirim
10. Kenapa registrasi Upwork saya ditolak?
Upwork tidak memberikan alasan spesifik saat menolak registrasi — mereka hanya mengirimkan notifikasi bahwa aplikasi tidak berhasil. Menyebalkan memang, tapi ada pola yang bisa dipelajari.
Berdasarkan pengalaman dan diskusi di komunitas freelancer, berikut penyebab paling umum registrasi Upwork ditolak:
Profil tidak lengkap atau terlalu generik. Isi profil sampai 100% — foto profesional, judul yang spesifik, deskripsi jelas tentang apa yang kamu tawarkan, dan minimal 1–2 portfolio. Profil setengah-setengah adalah alasan paling umum ditolak.
Skill terlalu umum. “Virtual assistant” atau “data entry” saja tidak cukup tanpa spesialisasi. Coba perjelas niche-mu, misalnya “Off-Page SEO & Link Building” atau “Pinterest Virtual Assistant.” Semakin spesifik, semakin besar peluang diterima.
Overview yang lemah. Tulis overview dalam bahasa Inggris yang baik, fokus pada nilai yang bisa kamu berikan ke klien. Hindari pembuka “My name is…” atau “I am a hardworking person.” Mulai langsung dengan apa yang bisa kamu lakukan untuk klien.
Tidak ada portfolio. Kalau belum punya pengalaman klien, buat portfolio sendiri sebagai sample. Desainer bisa membuat beberapa desain, writer bisa menulis beberapa artikel. Portfolio buatan sendiri jauh lebih baik dari tidak ada sama sekali.
Foto tidak profesional. Gunakan foto wajah yang jelas, pencahayaan bagus, background bersih. Hindari selfie dengan filter atau foto casual.
Kalau sudah ditolak, perbaiki semua poin di atas dulu sebelum mendaftar ulang. Jangan langsung daftar ulang tanpa mengubah apapun — hasilnya akan sama.
11. Apa itu Talent Cloud di Upwork?
Talent Cloud adalah fitur Upwork yang memungkinkan klien — terutama klien enterprise — membuat daftar freelancer pilihan mereka sendiri. Sederhananya: klien “menyimpan” kamu sebagai freelancer andalan yang akan mereka hubungi pertama kali saat ada proyek baru, bahkan sebelum membuka job posting ke publik.
Kamu tidak bisa mendaftarkan diri sendiri ke Talent Cloud. Hanya klien yang bisa mengundang, biasanya setelah pernah bekerja sama dan merasa puas dengan hasilnya. Ini murni berdasarkan track record dan kepercayaan.
Keuntungan masuk Talent Cloud sangat signifikan: kamu tidak perlu terus-menerus hunting job dan menghabiskan connect untuk klien yang sama. Klien langsung menghubungi saat ada proyek baru. Kontraknya biasanya lebih besar, lebih stabil, dan durasinya lebih panjang.
Saya sendiri pertama kali masuk Talent Cloud setelah menyelesaikan kontrak dari klien enterprise — klien langsung menambahkan saya tanpa saya minta. Itu salah satu pencapaian yang cukup membanggakan. Masuk Talent Cloud artinya kamu sudah dianggap sebagai freelancer yang bisa diandalkan, bukan sekadar kontraktor satu kali pakai.
12. Bagaimana cara menghindari scam di Upwork?
Upwork relatif aman dibanding marketplace freelance lain, tapi scam tetap ada — dan korbannya hampir selalu freelancer pemula. Kabar baiknya, hampir semua scam punya pola yang sama dan sangat mudah dikenali.
Tanda-tanda job scam yang wajib diwaspadai:
Klien meminta komunikasi di luar Upwork. Begitu ada yang minta lanjut chat via Telegram, WhatsApp, atau email pribadi sebelum kontrak aktif — itu hampir pasti scam. Semua komunikasi dan kontrak harus dimulai di dalam platform Upwork. Klien yang legitimate tidak akan keberatan dengan ini.
Diminta membayar deposit atau “security fee.” Tidak ada klien Upwork yang legitimate meminta freelancer membayar apapun sebelum mulai kerja. Kalau ada yang minta ini, langsung tinggalkan dan laporkan ke Upwork.
Job posting hilang setelah kamu “diterima.” Kalau job tiba-tiba tidak bisa diakses setelah mendapat “kabar diterima” via pesan, itu indikasi kuat scam.
Diminta mulai kerja tanpa kontrak aktif. Jangan pernah mulai mengerjakan apapun sebelum kontrak terlihat aktif di dashboard Upwork. Tanpa kontrak, kamu tidak punya perlindungan apapun.
Klien belum payment verified. Selalu cek tanda verifikasi payment di profil klien sebelum kirim proposal. Klien yang belum payment verified berisiko tinggi tidak bisa membayar.
Tawaran terlalu bagus untuk masuk akal. Rate yang jauh di atas rata-rata pasar untuk pekerjaan yang sangat mudah adalah red flag klasik.
Kalau ketemu job scam: jangan dilayani, langsung report job posting via tombol “Flag as Inappropriate,” dan jangan bagikan informasi pribadi apapun.
Satu aturan emas yang tidak boleh dilupakan: kamu di Upwork untuk mendapatkan uang, bukan mengeluarkan uang. Apapun alasannya, tidak ada situasi di mana kamu harus membayar klien untuk mendapatkan job.
Semoga 12 pertanyaan di atas bisa menjawab kebingunganmu tentang Upwork. Kalau ada yang belum terjawab, tulis di kolom komentar — saya baca semua komentar yang masuk.
Ingin belajar lebih dalam tentang strategi mendapatkan job dan klien pertama di Upwork? Baca juga artikel-artikel berikut:
- Cara Kerja Upwork untuk Pemula: Sistem dan Alur Lengkap
- Cara Analisa Job Posting Upwork Sebelum Submit Proposal
- Tips Sukses Proposal Upwork yang Menghasilkan Kontrak
- Cara Mendapatkan Job di Upwork Tanpa Pengalaman
- Tips dan Cara Gajian Dollar dari Upwork
- Cara Withdraw Saldo Upwork ke Rekening Indonesia
- Upwork Freelancer Plus: Worth It atau Tidak?

Hai kak,
Aku kan baru ya di upwork dan katanya kalo baru buat akun dapet connection 10/20, disini akun aku gk dapat itu gimana ya? atau memang rules baru?
Sepertinya ga ada rules baru terkait connect. Coba kirim chat atau email ke support Upwork
hallo ka indri,
thank you buat artikelnya,
btw aku newbie join upwork, trus aku udh sumbit proposal juga. ternyata aku dpt offer di projectnya, tapi pas udh mau kesepakatan aku disuruh bayar dulu kaya securities fee gitu dan harganya lumayan, itu emang semuanya kaya gitu (harus bayar dulu) atau engga??
Tidak ada yang mengharuskan freelancer membayar security fee ke client. Baca regulasi dan aturan main platform.
Hai Kak Indri,
Saya ingin bertanya. Kegunaan Available Connect yang ada di profile dan pada Menu Find Work di sebelah Kanan itu kegunaannya apa ya kak?
Apakah jika fitur tersebut kita matikan apakah membuat Client tidak bisa menginterview dan menghire kita?
Terima Kasih
Jawabannya disini https://youtu.be/2uqGj6x_ZgM
Halo, Kak Indri!
Thank you buat artikelnya
Btw kalau ga ngerepotin aku mau tanya dong kak
– nomor rekening yang digunakan untuk menerima pembayaran direct itu, kita harusnya full nomor rekening kah? (Kalau bca kan ada branch codenya, yang branch code itu di include atau engga ya?)
– terus kan kemaren aku email bca, katanya ada biaya koresponden 15-30 dollar, itu hitungannya gimana ya kak? Thank you!
Hai Aini,
Nomor rekeningnya sesuai yang di buku tabungan ya.
Pengalaman aku, setiap kali direct transfer ke BCA hanya kena biaya sekitar 25.000 enggak sampai ratusan ribu.