Update: November 2026
Ketika mendapatkan tawaran pekerjaan di Upwork, salah satu hal yang perlu kamu perhatikan adalah jenis kontrak yang digunakan: fixed-price atau hourly.
Keduanya memiliki sistem pembayaran yang berbeda. Pada kontrak fixed-price, kamu dan klien menyepakati harga untuk pekerjaan atau deliverable tertentu. Sementara itu, pada kontrak hourly, pembayaran dihitung berdasarkan jam kerja yang dicatat sesuai ketentuan kontrak.
Lalu, mana yang lebih baik untuk freelancer? Apakah fixed-price lebih aman untuk pemula? Kapan sebaiknya memilih hourly contract?
Jawabannya tergantung pada jenis pekerjaan, kejelasan ruang lingkup, durasi proyek, dan cara kamu mengelola waktu.
Artikel ini membahas perbedaan fixed-price dan hourly contract di Upwork, termasuk cara kerja pembayaran, kelebihan, kekurangan, risiko, dan contoh penggunaannya.
1. Apa Itu Fixed-Price Contract di Upwork?
Fixed-price contract adalah jenis kontrak Upwork dengan harga yang disepakati di awal untuk menyelesaikan pekerjaan atau deliverable tertentu.
Misalnya, klien membutuhkan lima artikel blog dan kamu menawarkan harga $150 untuk seluruh pekerjaan.
Artinya, kamu dan klien menyepakati nilai proyek sebesar $150, bukan pembayaran berdasarkan jumlah jam yang kamu gunakan.
Dalam kontrak fixed-price, pekerjaan dapat dibagi menjadi beberapa milestone. Setiap milestone Upwork memiliki deliverable, tenggat waktu, dan jumlah pembayaran yang disepakati.
Contoh fixed-price contract
Misalnya kamu mendapatkan proyek SEO research dengan total nilai $300.
Kamu dan klien menyepakati pembagian berikut:
| Milestone | Deliverable | Pembayaran |
|---|---|---|
| 1 | Keyword research | $100 |
| 2 | Competitor analysis | $100 |
| 3 | Final SEO recommendation | $100 |
| Total | $300 |
Sebelum mulai mengerjakan setiap milestone, pastikan klien sudah mendanai milestone tersebut melalui Upwork.
Dana yang sudah didanai akan ditahan dalam sistem escrow sampai pekerjaan disetujui atau proses pembayaran mengikuti ketentuan Upwork.
Bagaimana cara pembayaran fixed-price?
Alur sederhananya:
- Freelancer dan klien menyepakati deliverable, harga, dan tenggat waktu.
- Klien mendanai milestone melalui Upwork.
- Freelancer mulai mengerjakan milestone yang sudah didanai.
- Freelancer mengirim hasil melalui fitur Submit Work.
- Klien meninjau hasil dan dapat menyetujui atau meminta perubahan.
- Setelah disetujui, dana diproses sesuai ketentuan pembayaran Upwork.
Jika klien tidak memberikan respons setelah pekerjaan dikirim melalui Submit Work, Upwork memiliki periode review 14 hari. Setelah periode tersebut, dana dapat dilepaskan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penting: mengirim file melalui Upwork Messages saja tidak otomatis memulai periode review milestone. Gunakan fitur Submit Work.
2. Apa Itu Hourly Contract di Upwork?
Hourly contract adalah jenis kontrak dengan pembayaran berdasarkan jumlah jam kerja yang dicatat oleh freelancer.
Misalnya, kamu memiliki hourly rate sebesar $10 per jam dan bekerja selama 15 jam dalam satu minggu.
Nilai pekerjaan sebelum fee:
$10 ร 15 jam = $150
Pada kontrak hourly, freelancer umumnya menggunakan Upwork Desktop App untuk mencatat waktu kerja. Aktivitas yang memenuhi persyaratan akan tercatat dalam Work Diary.
Klien dapat melihat catatan waktu dan aktivitas pekerjaan sesuai fitur yang tersedia.
Contoh hourly contract
Kamu bekerja sebagai Virtual Assistant untuk klien yang membutuhkan bantuan administrasi secara rutin.
Kesepakatannya:
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Hourly rate | $10/jam |
| Batas jam per minggu | 15 jam |
| Jam kerja aktual | 12 jam |
| Nilai pekerjaan | $120 |
Jika kamu mencatat 12 jam yang memenuhi ketentuan kontrak, nilai pekerjaan minggu tersebut adalah $120 sebelum service fee dan potongan lain yang berlaku.
Bagaimana sistem pembayaran hourly?
Secara umum, siklus pembayaran hourly Upwork berlangsung sebagai berikut:
- Freelancer mencatat waktu kerja dari Senin sampai Minggu berdasarkan waktu UTC.
- Upwork menyiapkan tagihan untuk jam kerja minggu sebelumnya pada hari Senin.
- Klien memiliki waktu untuk meninjau Work Diary dan mengajukan dispute sesuai jadwal.
- Jika tidak ada masalah, pembayaran diproses pada siklus berikutnya.
- Dana akan tersedia sesuai jadwal keamanan dan pembayaran Upwork.
Untuk memenuhi persyaratan Hourly Payment Protection, freelancer harus mengikuti ketentuan pencatatan waktu, termasuk penggunaan Desktop App, aktivitas kerja yang relevan, memo pekerjaan, dan batas jam yang disepakati.
Manual time tidak termasuk dalam Hourly Payment Protection untuk freelancer. Karena itu, pahami aturan kontrak sebelum menggunakannya.
3. Perbedaan Fixed-Price vs Hourly Rate Upwork
Berikut perbandingan kedua jenis kontrak tersebut.
| Aspek | Fixed-Price | Hourly |
|---|---|---|
| Sistem pembayaran | Harga tetap per proyek atau milestone | Berdasarkan jam kerja |
| Penentuan harga | Disepakati di awal | Tarif per jam |
| Pencatatan waktu | Tidak menjadi dasar pembayaran | Jam kerja dicatat |
| Cocok untuk | Deliverable yang jelas | Pekerjaan ongoing dan fleksibel |
| Pembagian pekerjaan | Dapat menggunakan milestone | Berdasarkan jam dan batas mingguan |
| Pengelolaan scope | Perlu batas deliverable dan revisi | Lebih mudah menyesuaikan prioritas |
| Risiko utama | Scope creep dan salah estimasi waktu | Jam kerja tidak tercatat atau batas jam terlampaui |
| Pembayaran | Setelah milestone disetujui atau sesuai ketentuan | Mengikuti siklus billing mingguan |
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada satu jenis kontrak yang selalu lebih baik untuk semua pekerjaan.
4. Kelebihan dan Kekurangan Fixed-Price Contract
Kelebihan fixed-price
1. Anggaran proyek lebih mudah diprediksi
Klien mengetahui jumlah pembayaran yang disepakati sejak awal. Freelancer juga dapat memperkirakan pendapatan dari setiap deliverable.
2. Tidak perlu mencatat setiap jam kerja
Pembayaran didasarkan pada hasil pekerjaan, bukan durasi pengerjaan.
3. Cocok untuk proyek dengan deliverable jelas
Misalnya membuat landing page, menulis artikel, melakukan audit SEO, atau membuat presentasi.
4. Dapat dibagi menjadi milestone
Proyek besar dapat dipecah menjadi beberapa bagian. Hal ini membantu freelancer dan klien memantau progres pekerjaan.
Kekurangan fixed-price
1. Risiko scope creep
Scope creep terjadi ketika pekerjaan terus bertambah, tetapi harga tidak berubah.
Contohnya, klien awalnya meminta lima artikel, tetapi kemudian meminta tambahan tiga artikel tanpa kesepakatan harga baru.
Untuk menghindari masalah ini, tuliskan jumlah deliverable, batas revisi, dan pekerjaan yang tidak termasuk dalam kontrak.
2. Risiko salah memperkirakan waktu
Misalnya kamu menyepakati harga $100 untuk pekerjaan yang diperkirakan selesai dalam 10 jam.
Namun, ternyata pekerjaan membutuhkan 20 jam.
Pendapatan efektifmu menjadi:
$100 รท 20 jam = $5 per jam.
Itulah sebabnya kamu perlu memperkirakan waktu, tingkat kesulitan, dan kemungkinan revisi sebelum menentukan harga proyek.
3. Dana tidak otomatis cair ketika pekerjaan selesai
Freelancer perlu mengirim hasil melalui Submit Work dan menunggu proses review serta pembayaran sesuai ketentuan Upwork.
5. Kelebihan dan Kekurangan Hourly Contract

Kelebihan hourly
1. Pembayaran berdasarkan waktu kerja
Kamu dibayar berdasarkan jam kerja yang dicatat dan memenuhi ketentuan kontrak.
Jika pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama karena perubahan prioritas atau tugas tambahan yang disepakati, kamu dapat mencatat waktu tambahan selama masih sesuai batas kontrak.
2. Cocok untuk pekerjaan ongoing
Misalnya:
- Virtual Assistant yang bekerja setiap minggu.
- SEO VA yang menangani optimasi dan reporting bulanan.
- Customer Support yang bekerja berdasarkan jadwal.
- Social Media VA yang mengelola beberapa akun secara berkelanjutan.
3. Lebih fleksibel untuk perubahan prioritas
Dalam pekerjaan yang terus berkembang, klien dapat menyesuaikan tugas berdasarkan kebutuhan selama kedua pihak menyepakati perubahan tersebut.
4. Ada Hourly Payment Protection
Upwork menyediakan perlindungan pembayaran untuk jam kerja yang memenuhi persyaratan. Namun, perlindungan ini tidak otomatis berlaku untuk semua jam yang dicatat.
Kekurangan hourly
1. Harus mencatat waktu kerja
Kamu perlu menggunakan metode pencatatan yang sesuai dengan ketentuan kontrak agar jam kerja memenuhi persyaratan perlindungan pembayaran.
2. Ada risiko lupa mengaktifkan Time Tracker
Jika lupa mencatat waktu kerja, jam tersebut mungkin tidak memenuhi syarat Hourly Payment Protection.
3. Klien dapat membatasi jam kerja
Misalnya, kontrak hanya mengizinkan 10 jam per minggu. Jika pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama, kamu harus mendiskusikan penambahan batas jam dengan klien sebelum melanjutkan.
4. Penghasilan tidak selalu sama setiap minggu
Jika jumlah pekerjaan berubah, jam yang dapat ditagihkan juga dapat berubah.
6. Mana yang Lebih Baik untuk Freelancer Pemula?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama dari freelancer yang baru mendapatkan klien pertama. Sebelum menerima kontrak, kamu bisa baca dulu tentang cara kerja Upwork untuk pemula.
Jawabannya: pilih jenis kontrak berdasarkan karakter pekerjaan, bukan hanya karena kamu masih pemula.
Berikut panduan sederhana:
| Kondisi pekerjaan | Jenis kontrak yang lebih sesuai |
|---|---|
| Membuat satu landing page | Fixed-price |
| Menulis tiga artikel blog | Fixed-price |
| Audit SEO satu website dengan deliverable jelas | Fixed-price |
| Mengelola email klien setiap minggu | Hourly |
| Menjadi Virtual Assistant secara ongoing | Hourly |
| Melakukan social media management bulanan | Bisa keduanya, tergantung scope |
| Melakukan riset yang kebutuhannya dapat berubah | Hourly |
| Membuat laporan dengan format dan isi yang sudah ditentukan | Fixed-price |
Baca juga cara analisa job posting Upwork sebelum apply job untuk meminimalkan risiko.
Kapan sebaiknya memilih fixed-price?
Pilih fixed-price ketika:
- Deliverable sudah jelas.
- Ruang lingkup pekerjaan dapat ditentukan.
- Tenggat waktu sudah disepakati.
- Jumlah revisi dapat dibatasi.
- Kamu mampu memperkirakan waktu dan biaya pengerjaan.
Kapan sebaiknya memilih hourly?
Pilih hourly ketika:
- Pekerjaan berlangsung secara rutin.
- Prioritas dapat berubah.
- Klien membutuhkan dukungan berkelanjutan.
- Sulit memperkirakan seluruh pekerjaan di awal.
- Waktu kerja menjadi dasar utama pembayaran.
Untuk freelancer pemula, fixed-price dapat menjadi pilihan yang baik jika proyeknya sederhana dan jelas. Namun, hourly juga cocok untuk pemula jika pekerjaan, batas jam, dan cara pencatatan waktunya dipahami.
Tidak perlu menunggu memiliki 3โ5 review sebelum mengambil kontrak hourly. Yang lebih penting adalah memahami tanggung jawab dan risiko masing-masing jenis kontrak.
Baca juga apakah Upwork berbayar?

7. Tips Menghindari Masalah pada Fixed-Price dan Hourly Contract
Apa pun jenis kontrak yang kamu pilih, ada beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan.
Jika mengambil fixed-price
- Pastikan ruang lingkup pekerjaan tertulis dengan jelas.
- Tentukan deliverable dan tenggat waktu.
- Sepakati batas revisi.
- Gunakan milestone untuk proyek yang besar.
- Jangan mulai sebelum milestone didanai.
- Kirim hasil menggunakan Submit Work.
- Diskusikan perubahan scope sebelum mengerjakan tugas tambahan.
Jika mengambil hourly
- Pastikan hourly rate sudah disepakati.
- Periksa batas jam kerja mingguan.
- Gunakan Upwork Desktop App sesuai ketentuan.
- Tambahkan memo yang menjelaskan aktivitas pekerjaan.
- Pastikan aktivitas yang tercatat berkaitan dengan proyek.
- Periksa Work Diary secara berkala.
- Diskusikan tambahan jam kerja sebelum melewati batas kontrak.
Jangan memulai pekerjaan sebelum kontrak aktif. Pastikan semua kesepakatan penting tercatat di Upwork agar lebih mudah ditinjau jika terjadi perbedaan pendapat.
8. Contoh Memilih Jenis Kontrak Berdasarkan Layanan
Agar lebih mudah memahami perbedaannya, berikut beberapa contoh pekerjaan yang umum ditemukan di Upwork.
Virtual Assistant
Fixed-price:
- Mengorganisasi 200 email.
- Membuat satu database kontak.
- Menyiapkan kalender untuk satu bulan.
Hourly:
- Mengelola inbox setiap hari.
- Mengatur jadwal meeting klien.
- Menangani tugas administrasi rutin.
SEO Virtual Assistant
Fixed-price:
- Keyword research untuk 20 halaman.
- Audit SEO on-page satu website dengan checklist tertentu.
- Membuat satu competitor analysis report.
Hourly:
- Melakukan SEO support secara rutin.
- Melakukan link prospecting mingguan.
- Membantu tim SEO mengelola berbagai tugas sesuai prioritas.
Social Media Virtual Assistant
Fixed-price:
- Membuat 10 desain Instagram.
- Menyiapkan content calendar satu bulan.
- Membuat laporan performa satu periode.
Hourly:
- Mengelola akun media sosial setiap hari.
- Menjadwalkan dan memublikasikan konten secara rutin.
- Melakukan community management.
Contoh di atas bukan aturan mutlak. Pekerjaan yang sama dapat menggunakan fixed-price atau hourly tergantung ruang lingkup dan kesepakatan dengan klien.
FAQ: Pertanyaan Seputar Fixed-Price dan Hourly Upwork
Apakah fixed-price lebih aman daripada hourly?
Tidak selalu. Keduanya memiliki mekanisme Payment Protection yang berbeda. Fixed-price mengandalkan milestone yang sudah didanai dan proses Submit Work. Hourly mengandalkan jam kerja yang memenuhi persyaratan Hourly Payment Protection.
Apakah freelancer pemula sebaiknya memilih fixed-price?
Fixed-price cocok untuk proyek awal yang memiliki deliverable jelas dan dapat diperkirakan. Namun, jika pekerjaan membutuhkan dukungan rutin atau ruang lingkupnya berubah-ubah, hourly bisa lebih sesuai.
Apakah hourly contract harus menggunakan Upwork Desktop App?
Untuk jam kerja yang memenuhi syarat Hourly Payment Protection, freelancer perlu menggunakan Upwork Desktop App dan mengikuti ketentuan pencatatan waktu. Manual time tidak termasuk dalam perlindungan tersebut.
Apakah fixed-price menggunakan milestone?
Tidak harus selalu beberapa milestone. Kontrak fixed-price dapat menggunakan satu milestone atau dibagi menjadi beberapa milestone, tergantung kesepakatan proyek.
Apakah klien bisa mengubah hourly rate setelah kontrak dimulai?
Perubahan rate mengikuti mekanisme dan persetujuan dalam Upwork. Jangan mengasumsikan perubahan tarif berlaku otomatis. Diskusikan dan pastikan perubahan disetujui melalui fitur kontrak yang tersedia.
Apakah hourly rate dan fixed-price memiliki minimum pembayaran?
Dokumentasi Upwork mencantumkan minimum hourly rate sebesar $3 per jam dan minimum fixed-price sebesar $5. Nilai aktual yang disepakati tetap dapat dinegosiasikan selama memenuhi ketentuan platform.
Apakah pembayaran fixed-price langsung masuk setelah pekerjaan selesai?
Tidak. Freelancer harus mengirim hasil melalui Submit Work. Klien memiliki periode review hingga 14 hari. Setelah persetujuan atau periode review berakhir sesuai ketentuan, pembayaran melalui proses keamanan sebelum tersedia untuk ditarik.
Kesimpulan: Pilih Jenis Kontrak Berdasarkan Pekerjaan
Fixed-price dan hourly contract memiliki tujuan yang berbeda.
Fixed-price cocok untuk pekerjaan dengan ruang lingkup dan deliverable yang jelas. Hourly cocok untuk pekerjaan ongoing, fleksibel, dan membutuhkan pencatatan waktu.
Sebelum menerima kontrak, pastikan kamu memahami:
- Cara pembayaran dan cara menarik saldo Upwork ke rekening Indonesia.
- Ruang lingkup pekerjaan.
- Batas jam atau milestone.
- Tenggat waktu.
- Ketentuan revisi.
- Mekanisme perlindungan pembayaran.
Jangan memilih jenis kontrak hanya karena mengikuti freelancer lain. Pilih berdasarkan jenis pekerjaan dan kemampuanmu mengelola proyek.
Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu bisa membuat keputusan yang lebih baik, melindungi waktu kerja, dan mengelola penghasilan freelance secara lebih profesional.
Masih Bingung Menentukan Rate Upwork?
Setelah memahami jenis kontrak, langkah berikutnya adalah menentukan tarif yang sesuai dengan kemampuan, pengalaman, dan target penghasilanmu.
Upwork Vault Template menyediakan panduan menentukan rate Upwork, template proposal, template bio dan title profil, serta checklist optimasi profil Upwork.
Template ini dapat membantu kamu menyiapkan profil dan aplikasi pekerjaan dengan lebih terstruktur.
Mulai dengan memahami nilai layananmu sebelum menyepakati harga dengan klien.
Referensi
How hourly and fixed-price contracts are different on Upwork
How Upwork Protects Your Payments
Understanding milestones on fixed-price contracts
Thank you, Mbak Indri . Tulisannya sangat bermanfaat sekali. Saya baru pertama dapat hourly job. Dan saya coba browsing, dan menemukan artikel Mbak Indri di halaman pertama teratas.
sama-sama om, job hourly pertama tapi yang fixed kontrak sudah ratusan ya om hehehe
Hi Mba,
Artikel2nya sangat membantu. Saya newbie dan bingung sama hourly rate kalau kerjaan kita telepon survey, gimana ngetrack nya ya? Tapi manual not allowed, bisa ga sih minta ke klien ganti jadi fix price aja?
Thanks mba
Harusnya kalau telpon manual time allowed karena ga bisa tracking desktop. Di komunikasikan saja dengan klien mbak, harusnya sih gak masalah ya..
Halo Kak Indri, aku dari kemarin baca review yang Kak Indri tulis soal Upwork, jujur aku jadi semangat pengen coba apply di Upwork. Aku subscribe untuk Ebook nya juga ya Kak. Thank you ๐
halo Christa, fighting!!
semoga ebook-nya bermanfaat ๐
sukses sllu buat mbk indri, saya kesulitan di paypall nya, bgamna menghubungkan paypal ke bri atau dana app? sudh saya coba sesuai di google. gagal terus. tks
trimakasih ๐
kalo saya pakai cimb niaga buat paypal. sudah pernah buat narik juga.
Mbak, mau nanya. Saya mau nyoba kerja freelance yang hourly. Waktu mau log in di aplikasi upwork desktop kok saya tidak bisa log in di time tracked. Tulisannya
“Browser atau aplikasi ini mungkin tidak aman.
Coba gunakan browser yang berbeda. Jika Anda sudah menggunakan browser yang didukung, Anda dapat me-refresh layar Anda dan mencoba lagi untuk login.”
Masa upwork dan google tidak terkoneksi ya mbak?
sudah download aplikasi time tracker belum?
Sudah, cuman gak bisa log in. Mau lapor ke upwork kok yang bales chat otomatis. Saya gak tau nih mau lapor ke upwork lewat mana.
Bisa ke freelancersuccess(at)upwork.com
Termakasih infonya gan
permisi, tracker time itu harus dalam mode online ya?
atau bisa tanpa sambungan internet ?
mode online mas
Apakah pada saat pengerjaan project yang memakai fixed rate, time tracker di perlu di On Khan juga mbak?
kalau fixed rate enggak perlu