Cara Cek dan Perbaiki Broken Link di Blog (Penting untuk SEO)
Sering jengkel karena broken link di blog sampai ratusan dan bikin mata juling? Saya pernah di posisi itu — dulu waktu masih pakai Blogspot, broken link menumpuk karena saya jarang cek secara rutin.
Broken link adalah link di halaman website atau blog kamu yang sudah tidak berfungsi atau rusak. Ini penting dibereskan karena mempengaruhi SEO dan pengalaman pengunjung blog kamu.
Kenapa Broken Link Bisa Muncul
- Permalink yang salah dimasukkan — biasanya karena typo atau copy-paste yang kurang tepat.
- URL tujuan sudah dihapus, sengaja atau tidak sengaja oleh pemilik halaman aslinya.
- Pengunjung memakai software yang memblokir URL tujuan.
- Pemilik konten sengaja menyembunyikan atau memindahkan URL-nya.
Penyebab paling umum (setidaknya buat saya): mengedit ulang permalink artikel yang sudah pernah tayang dan sudah ditautkan dari artikel-artikel lain — begitu permalink berubah, semua link lama yang mengarah ke situ otomatis jadi broken.
Cara Mengecek Broken Link
Platform WordPress
- Install plugin Broken Link Checker dari direktori plugin WordPress.
- Aktifkan, lalu biarkan plugin melakukan scan awal ke seluruh postingan, halaman, dan komentar — untuk blog dengan ratusan artikel, proses ini bisa makan waktu beberapa jam tergantung ukuran blog.
- Atur notifikasi: plugin ini bisa mengirim alert lewat dashboard wp-admin atau email setiap kali ada broken link baru terdeteksi.
- Begitu ada notifikasi, buka menu Broken Link Checker di dashboard — di situ kamu bisa langsung edit URL, unlink (hapus link tapi teks tetap ada), atau tandai sebagai “not broken” kalau ternyata itu false positive (kadang terjadi di link yang butuh login atau punya proteksi bot).
Kelebihan cara ini: broken link terdeteksi satu per satu secara real-time begitu muncul, jadi kamu tidak akan kaget tiba-tiba menemukan ratusan sekaligus setelah bertahun-tahun tidak dicek.
Platform Blogspot atau Cek Manual
Kalau kamu pakai Blogspot (yang tidak punya ekosistem plugin seperti WordPress), pengecekan harus dilakukan manual pakai tools online:
- Broken Link Check dan Dead Link Checker — masukkan URL blog kamu, tools ini akan mem-crawl seluruh halaman dan menampilkan daftar broken link.
- Small SEO Tools — alternatif serupa, gratis, tanpa perlu instalasi apapun.
Karena prosesnya manual, sebaiknya jadwalkan pengecekan rutin (misalnya sebulan sekali) — supaya broken link tidak sempat menumpuk sampai ratusan sebelum ketahuan.
Ekstensi Chrome
Untuk pengecekan cepat di satu halaman spesifik (misalnya sebelum publish artikel baru), install ekstensi Check My Links. Cara pakainya:
- Buka halaman yang mau dicek.
- Klik ikon Check My Links di toolbar Chrome.
- Ekstensi otomatis men-scan semua link di halaman itu — hijau untuk yang aktif, merah untuk yang broken.
- Klik kanan pada link merah untuk langsung copy URL-nya dan perbaiki di editor kamu.
Ini paling cocok dipakai sebagai langkah terakhir sebelum publish, bukan pengganti pengecekan menyeluruh berkala.
Dampak Broken Link ke SEO — Lebih Dari Sekadar “Kelihatan Jelek”
Broken link bukan cuma soal estetika. Ada tiga area yang langsung terkena dampaknya:
1. Bounce rate naik. Pengunjung yang klik link tapi ketemu halaman 404 akan langsung pergi tanpa interaksi apapun. Google mencatat perilaku ini sebagai sinyal bahwa halaman kamu tidak memuaskan pencari — dan itu bisa menurunkan peringkat secara bertahap.
2. Crawl budget terbuang. Google mengalokasikan “jatah” tertentu untuk merayapi (crawl) setiap situs. Kalau sebagian jatah itu terpakai untuk merayapi halaman-halaman yang ternyata sudah mati, budget itu tidak dipakai untuk mengindeks konten baru atau konten yang benar-benar penting di situsmu.
3. Link equity terputus. Kalau broken link itu adalah internal link yang seharusnya meneruskan “kekuatan” dari satu halaman ke halaman lain (misalnya dari homepage ke artikel penting), broken link memutus aliran itu sepenuhnya — halaman tujuan jadi kehilangan salah satu sinyal otoritasnya.
Kesalahan Umum Saat Memperbaiki Broken Link
- Cuma hapus link tanpa cek relevansi konten pengganti. Kalau broken link itu internal link penting, jangan asal unlink — cari artikel pengganti yang benar-benar relevan, atau buat redirect kalau kontennya sudah dipindah bukan dihapus.
- Tidak cek ulang setelah migrasi atau ganti domain. Broken link paling sering muncul massal setelah migrasi platform (misalnya dari Blogspot ke WordPress) — pastikan redirect 301 sudah dipasang dengan benar untuk URL lama.
- Mengandalkan satu tools saja. Setiap tools punya cara crawl yang sedikit berbeda — ada baiknya sesekali cross-check dengan lebih dari satu tools untuk hasil yang lebih menyeluruh.
Broken Link dan Hubungannya dengan SEO
Broken link berhubungan erat dengan SEO, khususnya di aspek teknikal — bagian yang berkaitan dengan internal link, indexing, dan crawling oleh mesin pencari. (Kalau kamu mau paham kerangka besarnya, Leanne Wong punya breakdown yang cukup jelas soal 4 pilar SEO — Content, Authority, Technical, Experience — di SEO Made Simple, dalam bahasa Inggris.)
Bayangkan skenario ini: seseorang mencari keyword tertentu di Google, artikel kamu muncul di halaman pertama, mereka klik — tapi yang muncul malah halaman 404. Reaksi mereka? Langsung kabur ke hasil pencarian lain.
Ini merugikan kamu dua kali lipat:
- Bounce rate naik — pengunjung datang tapi langsung pergi tanpa interaksi apapun.
- Google menilai kualitas kontenmu turun — karena perilaku pengunjung yang “klik lalu kabur” jadi sinyal bahwa halamanmu tidak memuaskan pencari.
Membersihkan broken link secara berkala membantu memperbaiki pengalaman pengguna, membuat kontenmu lebih mudah ditemukan, dan menjaga kredibilitas blog di mata mesin pencari.
Sudah rutin cek broken link di blog sendiri? Level selanjutnya: manfaatkan broken link milik orang lain untuk dapat backlink. Ini teknik off-page SEO yang disebut broken link building — pelajari cara kerjanya lengkap di Tutorial Broken Link Building.
Atau, kalau ternyata urusan teknikal SEO seperti ini justru bikin kamu penasaran dan tertarik menekuninya lebih serius (bukan cuma buat blog sendiri, tapi sebagai skill yang bisa dijual ke klien), mulai dari fondasinya lewat VA Starter Bundle.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah semua broken link harus segera diperbaiki? Prioritaskan dulu broken link di halaman dengan traffic tinggi atau yang jadi pintu masuk utama dari Google — broken link di artikel lama yang nyaris tidak ada pengunjung boleh masuk antrean belakangan.
Berapa sering sebaiknya cek broken link? Untuk blog aktif dengan banyak internal link, sebulan sekali sudah cukup. Kalau kamu pakai WordPress dengan plugin Broken Link Checker, ini otomatis jadi tidak perlu jadwal manual sama sekali karena notifikasi masuk real-time.
Apakah broken link ke situs eksternal (bukan situs sendiri) juga berpengaruh? Ya — link keluar yang mati juga mempengaruhi pengalaman pembaca dan sedikit banyak ikut menjadi sinyal kualitas konten di mata Google, meski dampaknya biasanya tidak sebesar broken internal link.
Kesimpulan
Sebagai pemilik blog, penting untuk selalu mengecek broken link secara berkala dan segera menggantinya dengan link yang masih aktif. Broken link mempengaruhi SEO, traffic, dan kredibilitas blog kamu di mata Google — jadi jangan sampai dibiarkan menumpuk.
Ada pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar ya!
Saya punya hampir seratus broken link berasal dari comment yang anonim. Bagaimana mengatasinya ya? Makasih.
Kalau pakai WordPress bisa di setting di bagian setting komen kak.
thank you so much untuk info soal broken link ini kak. sangat membantu. ternyata ada beberapa broken link di blogku dan sudah aku repair sekarang
Halo Fransiska, senang bisa membantu. Thanks sudah mampir yaa..
Makasih informasinya, setelah saya cek ternyata ada 300 lbh broken link di blogq, penyumbang terbanyak adalah profil komentar google+,,,, gmn solusinya ni mbak, apa saya hapus ja komentarnya? Dgn brkrgnya komentar, apakah berpengruh thd traffic artikelq??
memang komentar pakai google plus jadi broken link karena layanan google plus sudah dihapus google mbak. berkurangnya komentar menurut saya sih gak pengaruh ke traffic mbak.
Waw penjelasannya sangat detail sekali.
Alhamdulillah ga ada broken link di blog setelah saya cek di Broken Link Check dan Small SEO Tools. Thanks dah diingatkan, Signora Indri.
hehehe sama-sama pakde Hadi 🙂
Saya jupa pake plugin Broken Link Checker, mba. So far sangat membantuku karena langsung masuk notifikasi ke email. Selanjutnya tinggal melakukan aksi “unlink” misalnya.
yupp betul sekali mbak, gak perlu susah payah replace link
Broken link saya ada 3 ribuan lebih dari G+ yang sudah RIP. Itupun sudah dibantu hapus sekitar 1500an oleh teman yang buka jasa penghapusan broken link. Parah banget ya blog ku…?
loh lha kok banyak buangeet sampe ribuan…wow banget
thankyou so much infonya kak! jujur aku banyak broken link di blogku. dan baru ngeh ternyata ngaruh ke SEO. semoga aku gak malas memperbaiki broken link ku yaah :”)
Fighting broken link !!