Freelance & Future Income

Mengelola keuangan bagi freelancer bisa bikin puyeng alias mumet alias pusing tujuh keliling. Why? Karena freelancer bukan pegawai tetap, income dan pendapatan yang dihasilkan jumlahnya tidak tetap, sedangkan pengeluaran sehari-hari hitungan nominalnya cenderung tetap. Pengalaman emak-emak freelance nih.

Kalau penghasilan jauh melebihi pengeluaran, tidak jadi masalah. Masalahnya, kalau ternyata pendapatan dan pengeluaran selalu selip-selipan ala Valentino Rossi. Kan ngeri….apalagi buat yang sudah berumah tangga yaa….

Menurut penelitian, masalah finansial menjadi faktor pemicu paling tinggi terjadinya perceraian. Nah lo….

Kamu percaya tidak dengan penelitian tersebut? Saya sih percaya karena sudah menjalani kehidupan rumah tangga selama lebih dari 17 tahun.

Sudah merasakan sendiri bagaimana keuangan menjadi hal yang penting meskipun bukan yang tepenting di kehidupan berumah tangga. Bisa menjadi pemecah belah dan sebaliknya, bisa menjadi pemersatu bangsa ehh keluarga.

Baca juga: Tips Gajian Dolar dari Upwork

Mengelola dan mengatur keuangan adalah hal wajib baik bagi freelancer yang masih jomlo maupun yang sudah berkeluarga demi menjaga stabilitas negara ehhh stabilitas keluarga.

Berapapun pendapatan yang kita dapat, pertama, disyukuri. Ini wajib.

Lalu, rencanakan dan atur strategi keuangan setiap bulannya. Ketahui bahwa ada pengeluaran yang tetap dan ada pengeluaran yang tidak terduga.

Rencanakan keuangan bersama pasangan buat yang sudah menikah. Berapa jumlah yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan bulanan, sedekah, memberi ke orang tua, pendidikan anak, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, investasi, upgrade skills, bayar cicilan (kalau ada), dll.

Mengelola dan mengatur keuangan tidak hanya berlaku untuk yang sudah menikah, tapi juga berlaku untuk para jomlo freelance. Kalian harus sudah memulai menyiapkan dana untuk hal-hal seperti pernikahan, beli rumah, beli kendaraan bermotor, dana darurat, asuransi, sedari awal.

Raditya Dika bisa menjadi salah satu contoh yang bagus banget dalam merencanakan keuangan.

Sedari sebelum menikah Raditya sudah berinvestasi reksadana dan saham, bahkan sudah membeli asuransi untuk anak-anaknya kelak. Rumah dan seisinya juga sudah siap huni saat dia menikah. Kalau punya calon menantu atau calon suami seperti ini, siapa sih yang enggak mau?

Masih jomlo tapi sudah mampu menata keuangan dengan baik dan benar, dampaknya akan terasa saat sudah menikah dan berkeluarga nanti. Apapun yang sudah dipersiapkan dengan baik, efeknya membuat kita nyaman menjalani hidup sehari-hari ke depannya.

Itulah mengapa penting buat freelancer untuk tahu tentang perencanaan keuangan terutama freelancer harus melek asuransi.

Mengapa penting bagi freelancer untuk melek asuransi?

Karena freelancer adalah self employee dan bukan karyawan. Karyawan mendapatkan gaji, bonus, uang lembur, asuransi, pesangon, bahkan iuran untuk hari tua juga.

Sementara freelancer harus merencanakan dan menyisihkan pengeluaran tersebut secara mandiri.

Future Income

Salah satu risiko menjadi freelancer selain di ghosting oleh calon client adalah, kehilangan future income. Apa itu future income?

Future income means any future potential source of money, and expressly includes a future pay or salary, pension, or tax refund.

Lawinsider.com

Sederhananya, future income adalah sumber potensi pendapatan potensial di masa depan, mencakup pembayaran atau gaji, pensiun, atau pengembalian pajak.

Contoh nyata bagaimana future income sangat penting adalah saat (maaf) terjadi kecelakaan.

Pasangan atau keluarga korban kecelakaan banyak yang menuntut perusahaan transportasi karena mereka kehilangan future income yang seharusnya bisa mereka dapatkan apabila tidak terjadi kecelakaan, tapi tidak bisa lagi karena pasangannya (pemberi nafkah) meninggal dunia.

Freelance Harus Tahu Tentang Kebutuhan Dasar Finansial

diagram piramida kebutuhan dasar finansial

Proteksi

Mari kita berbicara tentang melek asuransi #asuransilifepal karena dilihat dari diagram basic financial ini, proteksi merupakan pondasi atau dasar yang harus ada dan disiapkan terlebih dahulu sekuat-kuatnya sebelum menuju ke tingkat finansial selanjutnya.

Dimanapun orang membangun rumah, mereka akan membangun pondasi terlebih dahulu. Akankah mereka membuat pondasi yang berbiaya murah yang penting jadi? Tidak, mereka akan ikhlas menghabiskan dana berapapun untuk mendapatkan pondasi rumah yang kokoh dan bisa bertahan lama.

Tapi……banyak orang berpikir bahwa pondasi (proteksi) itu tidak penting, nanti saja kalau ada dana sisa, baru beli proteksi dan asuransi. Maaf tapi sepertinya pemikiran seperti ini sangat keliru.

Kamu belum membangun pondasi, atau sudah membangun pondasi tapi belum selesai tapi sudah membangun ruang tamu dan kamar. Masuk akal tidak? Kalau ada hujan angin banjir, apakah kamu dan keluarga bisa tetap merasa aman? Jawab sendiri yaa…

Freelancer adalah pekerja mandiri dan bukan pegawai atau karyawan sehingga klien tidak mempunyai tanggung jawab untuk memberikan kita benefit asuransi atau pengalihan risiko. Lain halnya kalau kita bekerja sebagai pegawai tetap di satu perusahaan.

Risiko yang seharusnya dipikirkan oleh para freelancer adalah risiko hilangnya future income entah karena sakit, cacat atau disabilitas sehingga tidak bisa lagi bekerja dan tidak bisa menghasilkan income. Risiko ini harusnya secara sadar bisa dialihkan ke perusahaan asuransi.

Asuransi kesehatan wajib dipilih karena mempunyai manfaat pertanggungan rawat inap rumah sakit, menanggung penyakit kritis, menanggung resiko cacat sebagian atau cacat tetap dan bahkan menanggung future income.

Setelah asuransi kesehatan terpenuhi, yang dibutuhkan oleh freelancer selanjutnya adalah asuransi jiwa.

Sebagai pejuang nafkah, penting untuk mempunyai asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Kalau memang ingin bertanggung jawab ke keluarga hingga akhir.

Manfaatnya apa sih mempunyai asuransi? Untuk melindungi keluarga dan ahli waris (anak-anak) terhadap risiko ekonomi apabila pencari nafkah mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan cacat sebagian atau cacat tetap yang kemudian tidak bisa bekerja lagi menghasilkan nafkah atau pencari nafkah meninggal dunia.

Apa saja contoh risiko ekonomi? Bisa jadi sekolah anak putus di tengah jalan karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pendidikan. Keluarga yang ditinggalkan (istri) otomatis harus menjadi tulang punggung dan pencari nafkah selanjutnya.

Apabila istri terbiasa bekerja mandiri tidak menjadi masalah, tapi ada banyak kasus istri tidak siap sama sekali untuk bekerja dan mencari nafkah menggantikan suami.

Yang biasanya terjadi, suami sakit dan tidak bisa lagi bekerja menghasilkan pendapatan, aset habis, rumah tangga hancur, anak-anak menjadi korban.

Dengan mempunyai proteksi dan melek asuransi, meskipun amit-amit terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga tidak akan kelimpungan dan kesusahan terkait dana kebutuhan rumah tangga, sekolah anak, dan kebutuhan dana lainnya. Karena sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Tidakkah kita ingin keluarga kita bisa menikmati hidup meski kita sudah tidak bersama mereka lagi?

Aset terbesar kita adalah diri kita sendiri dan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan. Kalau kita tidak mengalihkan risiko terhadap aset terbesar, bagaimana menurut kalian? Bijaksana atau bodoh?

You don’t buy life insurance because you are going to die, but because those you love are going to live.

membeli asuransi kesehatan karena cinta keluarga

Kita tidak membeli asuransi jiwa karena kita akan meninggal entah kapan, tapi karena keluarga, pasangan, anak-anak akan tetap menjalani kehidupan mereka dan membutuhkan biaya bahkan setelah kita tidak bisa mencari nafkah lagi, amit-amitnya meninggal dunia.

Bukankah mempersiapkan segala sesuatu didepan adalah salah satu ciri orang bijak?

Bayangkan apabila piramida ini tidak mempunyai pondasi yang kuat, apa yang terjadi? Pasti akan oleng dan roboh, hanya tinggal menunggu waktu saja. Orang yang waras dan bijaksana pasti tidak ada yang mau melihat keluarganya sendiri menderita hanya karena dia kehilangan kemampuan mencari nafkah.

Simpanan atau Savings

Setelah proteksi, tingkat selanjutnya yang harus kita isi adalah savings atau simpanan. Tujuannya adalah, agar kita tetap mempunyai dana darurat yang bisa secepatnya kita ambil atau cairkan apabila dibutuhkan sewaktu-waktu.

Simpanan ini harus liquid dan tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan dana cash. Bisa berbentuk tabungan, deposito, giro, LM (logam mulia) dan atau reksadana.

Kita juga mulai bisa menyimpan dana pensiun dan dana sekolah anak di tahap ini.

Pertumbuhan

Level selanjutnya adalah bagaimana uang yang kita investasikan bisa bertumbuh.

Kita bisa pelajari tentang saham, reksadana dan obligasi.

Spekulasi Risiko Tinggi

No pain no gain.

Spekulasi tinggi berbanding lurus dengan gain atau profit yang juga tinggi.

Tapi banyak orang terjebak di area ini.

Pondasi belum ada, level 2 dan 3 belum cakap tapi sudah langsung ingin mendapatkan hasil yang tinggi dan cepat dari spekulasi. Jadilah gali lubang tutup lubang, bangkrut dan aset yang harus dijual untuk menutup risiko yang terjadi.

Tentang Asuransi Kesehatan

Pengertian asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan adalah jaminan perlindungan finansial yang diberikan kepada peserta asuransi ketika harus mendapatkan perawatan medis akibat sakit atau kecelakaan.

Mengapa asuransi kesehatan penting?

Semua yang bisa diperkirakan, pasti bisa di hitung.

Contoh kasus:

Freelance A bekerja setiap hari dan sangat menjaga kesehatannya. Tidur teratur, tidak merokok, makan makanan yang bergizi dan tidak lupa konsumsi vitamin. Sayangnya, freelance A tidak mempunyai asuransi kesehatan.

Suatu hari, freelance A tiba-tiba mengalami serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit. Freelance A mempunyai sejumlah simpanan dana di tabungan dan deposito yang segera dicairkan oleh sang istri.

Hari demi hari, tidak terasa, freelance A sudah dirawat di rumah sakit selama 2 bulan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera membaik.

Sementara tanpa diketahui, isrinya sudah menjual apapun yang bisa dijual untuk biaya rumah sakit dan biaya kehidupan rumah tangga sehari-hari. Berusaha mendapatkan kerja serabutan agar bisa mendapatkan penghasilan. Hutang sana sini demi bisa membayar biaya rumah sakit suaminya.

Yang tidak diketahui adalah sampai kapan freelance A akan dirawat di rumah sakit. Dua bulan, tiga bulan, satu tahun?

Sedangkan keluarganya sehari-hari tetap harus makan dan anaknya harus sekolah.

Kira-kira, bagaimana kelanjutannya ya…?

Freelance B, bekerja setiap hari dan sangat menjaga kesehatannya. Tidur teratur, tidak merokok, makan makanan yang bergizi dan tidak lupa konsumsi vitamin. Freelance B mempunyai asuransi kesehatan “as charged” untuk dia dan keluarganya.

Suatu hari, freelance B tiba-tiba mengalami serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit. Diantar oleh keluarganya ke IGD, freelance B langsung ditangani oleh dokter.

Sang istri tidak lupa membawa “kartu sakti” milik suaminya dan diperlihatkan ke bagian administrasi. Kartu sakti ini adalah kartu asuransi kesehatan milik suaminya.

Sudah dua bulan freelance B dirawat dan selama itu pula keluarganya masih bisa hidup dengan baik, anaknya masih bersekolah dan tidak ada aset rumah tangga yang dijual untuk membayar biaya rumah sakit karena berapapun biaya rumah sakit akan di ganti oleh perusahaan asuransi.

Asuransi kesehatan disini menjadi penting karena berapapun biaya yang dikeluarkan di rumah sakit, akan diganti oleh pihak asuransi sesuai plan dan polis.

Orang yang sudah sakit serta keluarganya tidak perlu stress karena harus memikirkan biaya rumah sakit apabila terjadi risiko.

“Halah, wong saya orangnya sehat kok, gak gampang sakit, buang-buang uang saja beli asuransi, mendingan buat bersenang-senang beli baju beli makanan enak, lebih oke…”

Sering saya mendengar orang-orang berkata demikian.

Yang perlu diingat, setiap ada kehidupan pasti ada kematian, setiap sehat ada sakit, setiap ada siang pasti ada malam. Kita hanya tidak bisa menentukan saat dan waktunya.

Tips dan Cara Mudah Memilih Asuransi Kesehatan

5 cara mudah memilih asuransi kesehatan terbaik

Buat kamu yang mau tahu bagaimana cara memilih asuransi terbaik, cek tips dibawah ini.

Kebutuhan

Tidak perlu membeli semua asuransi yang ada. Beli asuransi yang dibutuhkan saja agar uang tidak mubazir.

Perhatikan dan cek, apakah ada riwayat penyakit kritis di keluarga. Hal ini penting untuk mengetahui manfaat dan coverage asuransi yang akan dibeli.

Cek asuransi yang sudah ada

Apabila sudah mempunyai asuransi kesehatan, jangan membeli asuransi kesehatan dengan manfaat yang sama. Misal, sudah ada asuransi kesehatan yang as charged, pilih asuransi kesehatan lain yang memberikan manfaat cash plan.

Buat freelance yang saat ini sudah mempunyai BPJS Kesehatan, optimalkan manfaat pertanggungan dengan membeli asuransi kesehatan komersial yang bisa dipadukan manfaat perlindungannya dengan BPJS Kesehatan.

Alokasi anggaran

Premi adalah sejumlah dana yang harus kita bayarkan per periode waktu tertentu (bulanan atau tahunan) agar manfaat pertanggungan tetap berjalan.

Besar kecilnya premi pastinya mengikuti manfaat pertanggungan yang diambil, usia, serta riwayat medis tertanggung hingga jangka waktu perlindungan. 

Mengalokasikan anggaran sejak dini atau sedari muda, akan memberi manfaat yang menguntungkan karena kita bisa mendapatkan harga premi yang lebih murah, dibanding saat kita membeli asuransi di usia paro baya.

Alokasikan dana sekitar 5%-10% dari pendapatan untuk biaya premi asuransi. Dengan demikian, kebutuhan asuransi tetap bisa tertutup tanpa mengganggu alokasi pos kebutuhan lain yang tidak kalah penting. 

Teliti manfaat dan pasal perkecualian

Beberapa manfaat yang umum ditawarkan dalam produk asuransi antara lain manfaat rawat inap, manfaat rawat jalan, manfaat perawatan gigi, manfaat pembedahan, manfaat melahirkan, dan lain sebagainya. 

Cek apakah manfaat yang ada di produk asuransi sudah sesuai dengan apa yang kamu butuhkan.

Pastikan juga mempelajari perkecualian yang tertera dalam polis, terutama yang berhubungan dengan pre-existing condition. Yaitu, aturan dalam asuransi kesehatan yang menyatakan manfaat asuransi tidak berlaku untuk penyakit yang sudah ada sebelumnya. 

Bandingkan

Ada banyak perusahaan asuransi dan produk-produk asuransi yang ada di Indonesia. Jangan sampai malas untuk membandingkan manfaat serta biaya asuransi. Juga apakah klaimnya mudah diproses, bisa dilakukan secara online dan butuh waktu berapa lama hingga proses klaim selesai.

Jangan sampai, merasa “ditipu” oleh perusahaan asuransi tapi ternyata kita sendiri yang memandang enteng hal-hal yang tidak kita ketahui. Masih ingat salah satu artis tanah air dan juga pejabat DPR kapan hari yang merasa ditipu oleh perusahaan asuransi yang beliau ambil? Nah, jangan sampai kejadian seperti itu, malu.

Asuransi Adalah Wajib Bagi Freelancer, Demi Future Income

Bagaimana nih tanggapanmu sebagai freelancer setelah mengetahui tentang future income dan asuransi kesehatan? Masih ogah beli? Atau tertarik beli? Atau sudah punya? Komen di bawah ya…

Kesimpulan

Satu-satunya yang pasti di kehidupan ini adalah ketidakpastian.

Sisi positifnya, dengan tidak adanya kepastian, kita bisa mempersiapkan segala hal yang diperlukan selama kita dan keluarga hidup.

Ya, memang Tuhan yang mengatur hidup mati seseorang, tapi bukankan orang tersebut juga harus berusaha demi dirinya sendiri?

Mau tanya-tanya seputar asuransi konvensional atau asuransi syariah? Bisa komen di bawah atau hubungi saya via email di [indri.ariadna@gmail.com]. Siap membuatkan proposal dan menjawab FAQ tentang asuransi.

Similar Posts

13 Comments

  1. Semakin tersadar pentingnya mengatur keuangan, terutama membuat future income yg stabil ya. Kan ga ada uang pensiun. Apalagi buat ibu rumah tangga ya? Postingan ini membuatku makin berpikir serius mbak …

  2. Sebagai pekerja lepas, aku baca tulisan ini bener-bener banget sih kak. Soalnya aku masih belum bener-bener amat ngelola finansial. Dan sepakat kalau asuransi itu penting banget buat freelance biar hidup lebih nyaman ke depannya.

  3. Asuransi itu ibaratnya memastikan yang belum pasti, menjamin kita ada sesuatu yang dapat membuat tenang di kemudian hari. Semua orang sebenarnya butuh asuransi, khususnya yang pekerjaanya by project seperti freelancer.

  4. Freelancer itu tantangannya ya mengelola keuangan. Uang freelancer tu banyak, tapi kalo gak dikelola, tahu-tahu ntar abis aja. Ya mba? Hahahaha.

    Asuransi kesehatan juga kebutuhan buat freelancer yang jam kerjanya gak tentu. Kadang 24 jam malahan gak cukup. Jangan sampai keenakan cari uang, lupa jaga kesehatan.

  5. Wow lifepal punya ratusan pilihan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kita ya kak.
    Kerennya karena kita tinggal menyesuaikan saja mana yang prioritas untuk menghadapi ketidakpastian di masa mendatang.

  6. Wow… jadi galfok ama Raditya Dika. Cari mantu yang tertata kayak dia ah. Hahaha

    Makasih sharingnya Kak. Informasinya sangat membantu. Salam dari freelqnce yang pemasukannya baru cukup buat jajan nak anak di rumah. Hehe.

  7. Literasi tentang asuransi sudah sangat banyak sekarang ini, termasuk tulisan Mbak Indri ini. Informasinya lengkap. Omong-omong, jenis asuransi juga sudah banyak ya sekarang, tidak hanya yang konvensional tapi juga syariah.

  8. Memang kesehatan itu ga bisa diprediksi ya mba. Hal ini seharusnya membuat masyarakat aware sehingga memutuskan untuk ikut asuransi. Tapi kembali lagi pada individunya. Anggaran terkadang jadi faktor utama seseorang memutuskan ikut asuransi atau tidak

  9. Penghasilan yang nggak menentu terkadang bikin freelancer harus memutar otak bagaimana agar keuangan bisa tetap stabil. Saya ngerasain sendiri semenjak terjun jadi freelancer, harus lebih aware lagi dalam hal mengatur keuangan, karena terkadang klien terlambat transfer fee job. Jadi memang harus pinter-pinter ngatur duit deh….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.