Literasi keuangan serta bagaimana cara mengatur keuangan adalah sebuah skill. Jangan salah ya, bukan hanya skills freelance yang dibutuhkan untuk mencari dan mendapatkan income, tapi bagaimana cara mengatur uang yang masuk juga sangat penting.

Sayangnya, literasi keuangan tidak masuk ke kurikulum sekolah. So, kita harus belajar secara mandiri tentang keuangan.

Mulai dari yang basic seperti tabungan dan kredit, hingga yang level advanced seperti investasi saham.

Buat kita para orang tua, belajar tentang keuangan pun bukan hal yang mudah dilakukan. Apalagi belajar keuangan bagi anak-anak.

Pertanyaannya, apakah ada cara yang mudah dan simple untuk anak-anak mempelajari keuangan? Jika ada, dimana dan bagaimana bentuk pembelajarannya?

Nah, baca artikel hingga selesai ya…

Mengapa literasi keuangan penting buat anak?

Literasi keuangan sangat penting bagi anak-anak karena memberikan pondasi yang kuat untuk pengelolaan keuangan yang sehat dan keputusan keuangan yang cerdas di masa depan.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa literasi keuangan penting bagi anak-anak.

Kemampuan mengelola keuangan

Literasi keuangan membantu anak mengembangkan kemampuan dasar dalam mengelola uang mereka sendiri.

Mereka belajar bagaimana membuat anggaran, menghitung uang, menyimpan, dan mengatur pengeluaran. Kemampuan ini akan terus berguna sepanjang hidup mereka.

Mencegah Hutang dan masalah keuangan

Dengan pemahaman tentang keuangan, anak-anak belajar mengenai pentingnya hidup di dalam batas anggaran dan memahami konsekuensi dari hutang yang tidak terkendali.

Mereka akan lebih cenderung membuat keputusan yang bijaksana tentang uang dan menghindari masalah keuangan (hutang) di masa dewasa.

Membangun kebiasaan menabung

Literasi keuangan membantu anak-anak memahami manfaat menabung dan membentuk kebiasaan menabung sejak dini.

Mereka belajar mengatur prioritas pengeluaran, menyisihkan sebagian uang mereka, dan melihat bagaimana tabungan mereka dapat tumbuh dari waktu ke waktu.

Ini memberi mereka kestabilan keuangan dan mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan mendesak di masa depan.

Pemahaman tentang investasi

Melalui literasi keuangan, anak-anak dapat mempelajari konsep investasi. Mereka belajar tentang risiko dan imbal hasil, serta pentingnya menginvestasikan uang mereka dengan bijaksana.

Ini memberi mereka pengetahuan tentang cara memanfaatkan uang mereka untuk mencapai tujuan jangka panjang dan membangun kekayaan.

Membuat keputusan keuangan yang cerdas

Literasi keuangan membekali anak-anak dengan keterampilan untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas.

Mereka belajar membandingkan harga, memahami nilai uang, dan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari setiap keputusan keuangan yang mereka buat.

Hal ini membantu mereka menjadi konsumen yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial untuk menghabiskan uang secara tidak perlu.

Mempersiapkan masa depan

Dengan memahami keuangan sejak dini, anak-anak memiliki kesempatan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik secara finansial.

Mereka dapat membangun tabungan untuk pendidikan, mempersiapkan diri untuk membeli rumah atau kendaraan di masa depan, atau bahkan mempersiapkan dana pensiun mereka sendiri.

Literasi keuangan memberi mereka kekuatan untuk mengendalikan keuangan mereka dan mencapai tujuan jangka panjang.

Dengan literasi keuangan yang baik, anak-anak dapat mengambil kendali atas kehidupan keuangan mereka sendiri.

Kapan anak bisa mulai belajar literasi keuangan?

Anak-anak dapat mulai belajar tentang keuangan sejak dini. Secara umum, ada beberapa tahap perkembangan yang dapat menjadi panduan dalam menentukan kapan anak sebaiknya mulai belajar tentang keuangan:

Usia prasekolah (3-5 tahun)

Pada usia ini, anak-anak dapat mulai diperkenalkan dengan konsep dasar tentang uang dan keuangan.

Kita bisa mengajarkan tentang pengenalan koin dan bilangan, memberi tahu mereka bahwa uang digunakan untuk membeli barang, dan mengajarkan mereka pentingnya menyimpan uang.

Usia sekolah dasar (6-10 tahun)

Pada tahap ini, anak-anak dapat mulai belajar tentang pengelolaan uang secara lebih mendalam.

Kita bisa membantu mereka membuat tabungan sederhana, memberikan uang saku sebagai alat pembelajaran, dan mengajarkan bagaimana cara menghitung uang, mengatur anggaran kecil, dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Remaja awal (11-14 tahun)

Pada tahap ini, anak-anak mulai mengembangkan pemahaman yang lebih kompleks tentang keuangan.

Kita bisa melibatkan mereka dalam perencanaan anggaran keluarga, mengajarkan mereka tentang investasi sederhana seperti rekening tabungan, dan memberikan pengalaman praktis dengan memberikan tanggung jawab keuangan yang sesuai dengan usia mereka, misalnya mengelola uang saku mereka sendiri.

Remaja akhir (15-18 tahun)

Pada tahap ini, anak-anak semakin memasuki dunia keuangan yang lebih kompleks.

Kita bisa membantu mereka memahami tentang kartu kredit, tabungan jangka panjang, perencanaan keuangan, dan mempersiapkan mereka untuk masa depan dengan membicarakan topik seperti pendidikan tinggi, pekerjaan, dan investasi jangka panjang.

Namun, perlu diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, jadi penting untuk mempertimbangkan tingkat kematangan mereka secara individual.

Mulailah dengan konsep dasar yang sesuai dengan usia mereka, kemudian tingkatkan kompleksitas materi seiring dengan pertumbuhan mereka.

Cara mudah belajar keuangan untuk anak

Mengajarkan anak-anak tentang keuangan adalah langkah penting untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk membantu anak-anak belajar tentang keuangan.

Contoh

Jadilah contoh yang baik dalam mengelola keuangan kita sendiri.

Anak-anak sering meniru apa yang mereka lihat dari orang tua mereka, jadi pastikan kita menunjukkan praktik keuangan yang sehat.

Kegiatan belanja

Ajak anak-anak saat kita pergi berbelanja ke toko atau supermarket. Berikan mereka tugas untuk membandingkan harga, mencari diskon, atau membuat daftar belanja.

Hal ini akan membantu mereka memahami konsep harga, nilai uang, dan pentingnya membuat keputusan berdasarkan anggaran.

Uang saku

Memberikan jatah uang saku kepada anak-anak adalah cara yang baik untuk membantu mereka belajar mengelola uang.

Ajarkan mereka untuk membagi uang mereka menjadi tiga bagian: tabungan, pengeluaran sehari-hari, dan amal.

Ini membantu mereka belajar tentang pentingnya menabung, mengatur keuangan, dan berbagi dengan orang lain.

Anggaran keluarga

Ajak anak-anak untuk ikut serta dalam perencanaan anggaran keluarga. Diskusikan pengeluaran bulanan dan berikan mereka kesempatan untuk memberikan masukan.

Ini akan membantu mereka memahami konsep tentang prioritas keuangan dan mengambil tanggung jawab dalam mengelola keuangan keluarga.

Kebutuhan vs keinginan

Bantu anak-anak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Ajarkan mereka bahwa kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal harus menjadi prioritas, sementara keinginan yang tidak penting harus dipertimbangkan dengan hati-hati.

Investasi

Terlepas dari usia mereka, ajarkan anak-anak tentang pentingnya investasi. Bicarakan tentang tabungan jangka panjang dan cara mereka bisa mulai berinvestasi dengan jumlah kecil, misalnya, dengan membuka rekening tabungan atau membeli saham perusahaan yang mereka kenal.

Permainan edukatif

Ada banyak permainan edukatif yang dapat membantu anak-anak mempelajari keuangan dengan cara yang menyenangkan. Seperti Mortgage Calculator yang melibatkan permainan dengan konsep keuangan dan bisnis.

Buku keuangan

Banyak buku anak-anak yang mengajarkan konsep keuangan secara sederhana dan menarik. Bacakan buku-buku ini kepada mereka atau dorong mereka untuk membacanya sendiri. Diskusikan cerita dan pelajaran yang dipelajari setelah membaca.

Belajar Hemat

Dorong anak-anak untuk menghemat uang mereka dengan menetapkan tujuan tabungan yang spesifik. Bantu mereka mengatur jadwal dan strategi untuk mencapai tujuan mereka, seperti menyisihkan sebagian dari uang saku mereka setiap minggu.

Dengan pendekatan yang konsisten dan melibatkan anak-anak dalam kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan keuangan, mereka akan dapat memahami dan mengembangkan keterampilan keuangan yang penting sejak dini.

Mortgage Calculator

Mortgage Calculator adalah aplikasi online yang berisi berbagai permainan untuk anak-anak yang mengajarkan tentang bisnis, keuangan, manajemen keuangan dan pengusaha online.

Ada banyak sekali permainan yang bisa dipilih berdasarkan kategori yaitu:

  • Real estate games
  • Money games
  • Cryptocurrencies games
  • Farming simulation games
  • Grocery store games
  • Restaurant simulation games
  • Business simulation games
  • Software development games
  • Office politics games
  • Environmental games
  • Games menarik lainnya

Masing-masing kategori terdiri dari banyak sekali pilihan games. Total ada ratusan game yang bisa dipilih anak di Mortgage Calculator.

Dibawah ini anak saya mencoba game restoran Burger Shop.

Burger Shop game ini menantang karena kita harus menghafal letak bahan dan juga berpacu dengan waktu untuk menyiapkan makanan kepada pelanggan.

Di awal, semua bahan untuk membuat burger sudah disiapkan. Tapi jika semua bahan telah habis, kita harus membeli bahan sendiri.

Di permainan ini, anak bisa belajar bagaimana cara mengatur waktu, menghafal nama bahan, nama menu, juga belajar tentang keuangan terutama harga jual dan harga pembelian bahan.

Bagaimana? Tidak susah bukan mengajari anak-anak tentang keuangan?

Melalui permainan dan games dari Mortgage Calculator, anak-anak akan cepat belajar dan mau belajar keuangan secara mandiri. Kita orang tua hanya perlu mengarahkan dan mengawasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *